Sumpah Pemuda, Menteri Nuh Adakan Kongres Bahasa

blogger templates

Sumpah Pemuda, Menteri Nuh Adakan Kongres Bahasa

Sumpah Pemuda, Menteri Nuh Adakan Kongres Bahasa
Menteri Pendidikan, M Nuh saat meninjau lahan pembangunan Institut Teknologi Kalimantan di Balikpapan (5/8). TEMPO/ SG WIBISONO
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menitipkan pesan Sumpah Pemuda di sela Kongres Bahasa Indonesia ke-X di Jakarta. Nuh mengingatkan para pemuda untuk bertanggung jawab atas masa depan bangsa.

“Masa depan bangsa ini di tangan sampeyan, para pemuda!" kata Nuh dengan logat Jawa Timur-nya di Hotel Grand Sahid Jaya, Senin, 28 Oktober 2013. Menurut Nuh, para pemuda harus sadar soal tanggung jawab besar yang menantinya.

“Bangsa yang baik itu seharusnya punya generasi muda yang berkualitas, lebih baik dari pendahulunya,” ujar Nuh. Dengan demikian, kehidupan bangsa itu semakin baik seiring dengan perkembangan zaman.

Nuh menyatakan sengaja menyelenggarakan Kongres Bahasa Indonesia ke-X pada 28 Oktober 2013. "Ini memang disengaja," kata dia. Kongres Bahasa, Nuh melanjutkan, memang merupakan peristiwa bersejarah sejak diselenggarakan pada 1938 di Solo, Jawa Tengah.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Mahsun MS menyatakan, dipilihnya bahasa Melayu sebagai lingua nasional memang disengaja pada kongres bahasa perdana itu. "Karena bahasa Melayu (yang belakangan dikenal sebagai bahasa Melayu-Indonesia) memiliki persebaran yang luas," kata dia.

Bahasa Melayu bisa ditemukan mulai dari pelosok Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua. "Padahal jumlah penuturnya hanya sekitar 500 ribu jiwa, kalah jauh dibandingkan penutur bahasa Jawa yang saat itu mencapai 41 juta jiwa."

Mahsun mengatakan, realita keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan patut disyukuri. “Coba kalau waktu itu proklamasi Indonesia dilakukan pakai bahasa Jawa, belum tentu Indonesia bisa ada seperti sekarang ini.”

SUBKHAN