Beasiswa Unggulan,Bantu Pendidikan Bibit Unggul Generasi Bangsa

blogger templates

Beasiswa Unggulan, Bantu Pendidikan Bibit Unggul Generasi Bangsa

  • Kamis, 17 Oktober 2013 | 08:34 WIB
Jika dalam seleksi ditemukan adanya kesamaan nilai di antara pelamar Beasiswa Unggulan, maka Kemdikbud akan melihat latar belakang ekonominya. Prioritas diberikan kepada pelamar dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, dengan tujuan untuk memutus rantai kemiskinan. | www.shutterstock.com
KOMPAS.com - Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di segala bidang, khususnya mutu pendidikan dan pengembangan potensi sumber daya daerah yang dinilai masih sangat rendah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencanangkan Program Beasiswa Unggulan tingkat Nasional dan Internasional sejak 2006 lalu. Pengertian unggulan di sini adalah keutamaan pada pengembangan sistem pembelajaran, prestasi calon peserta dan bidang studi yang dikembangkan di perguruan tinggi penyelenggara sehingga pemenuhan arti unggulan dapat salah satu, salah dua atau semuanya dari hal tersebut.

Program Beasiswa Unggulan membawa misi untuk melahirkan insan terbaik bangsa yang memiliki pemahaman kebangsaan secara komprehensif, integritas dan kredibilitas tinggi, berkepribadian, unggul, moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia berdaya saing global sehingga mendukung pembangunan dan pengembangan potensi daerah masing-masing melalui prestasi putra-putri terbaiknya dalam dunia pendidikan.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta mengatakan, setidaknya ada tiga kriteria harus dimiliki pelamar Beasiswa Unggulan.

"Pertama, tentu si calon penerima punya potensi untuk menjadi orang unggul. Kedua, apakah sudah diterima di perguruan tinggi. Ketiga, kami berlakukan tes psikologi. Karena, bisa jadi, setelah dites anak ini ternyata bermasalah dan kemungkinan kuliahnya tidak selesai," jelasnya.

Pemberian Beasiswa Unggulan memang mensyaratkan pelamar harus terlebih dahulu diterima di perguruan tinggi tempatnya ingin menuntut ilmu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sementara bentuk beasiswa yang dapat dipilih si pelamar bermacam-macam.

Peserta program Beasiswa Unggulan yang lolos seleksi, baik di perguruan tinggi penyelenggara maupun dari Sekretariat Beasiswa Unggulan, akan menerima beasiswa dalam bentuk salah satu dan/atau kombinasi dari beragam bentuk beasiswa tersebut. Beberapa bentuk Beasiswa Unggulan itu antara lain berbentuk biaya hidup, biaya pendidikan, biaya buku, biaya penelitian, biaya publikasi ilmiah, tunjangan prestasi, tunjangan kreativitas, dan bantuan beasiswa bagi peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan, olahragawan dan tokoh.

Pada penyelenggaraan program Beasiswa Unggulan dibutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, industri dan masyarakat. Dengan demikian, pendanaan untuk pelaksanaan program tersebut diperlukan pola tersendiri. Pendanaan beasiswa yang bersumber dari dana APBN dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Tidak selalu seratus persen Beasiswa Unggulan di tempat kami itu berasal dari uang kementerian. Kita bekerja sama dengan beberapa bank. Contohnya Bank BNI, Bank CIMB Niaga. Itu namanya Beasiswa Unggulan CIMB Niaga, Beasiswa Unggulan BRI," ujar Ananta.

Sesuai amanat pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, pendanaan Beasiswa Unggulan di samping dari Pemerintah Pusat juga ada peran serta dari pemerintah daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pihak-pihak lain dalam bentuk hibah. Hibah yang dimaksud diperoleh dari negara sahabat, badan internasional, yayasan dalam dan luar negeri, keuntungan dari perusahaan milik negara (BUMN) dan perusahaan swasta nasional serta multinasional yang bersifat tidak mengikat dan disisihkan serta dijalankan untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR).

Ananto menambahkan, jika dalam seleksi ditemukan adanya kesamaan nilai di antara pelamar Beasiswa Unggulan, maka Kemdikbud akan melihat latar belakang ekonominya. Prioritas diberikan kepada pelamar dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, dengan tujuan untuk memutus rantai kemiskinan.

Ardian Widiarto, seorang penerima Beasiswa Unggulan mengatakan, Program Beasiswa Unggulan sangat membantunya menempuh dan menyelesaikan pendidikan S2 – Magister Akuntansi di Universitas Sebelas Maret.

"Dengan kondisi orang tua saya petani dan saya sendiri belum bekerja, kami merasa sangat terbantu dengan adanya Program Beasiswa Unggulan terutama dalam hal biaya pendidikan. Pengalaman dan pengetahuan baru pun saya dapatkan, semoga berguna bagi saya pribadi dan tentu saja bagi bangsa dan negara Indonesia. Semoga Program Beasiswa Unggulan terus ada dan pemerintah memunculkan program lain yangsejenis demi mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Ardian. (DM)