SISWA SMAN 1 JALAKSANA Mogok Belajar Di Kelas

blogger templates

Siswa SMAN 1 Jalaksana Mogok Belajar di Kelas

NURYAMAN/"PRLM"
NURYAMAN/"PRLM"
BELASAN siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jalaksana, Kabupaten Kuningan menggelar poster dan bergerombol di depan gerbang sekolah saat seluruh siswa sekolah itu menggelar aksi mogok masuk kelas, Senin (7/10/2013). Melalui aksi tersebut mereka menuntut kepala sekolahnya meminta maaf kepada siswa serta berhenti memimpin sekolah itu, karena dinilai kerap melakukan kekerasan fisik terhadap siswa.*
KUNINGAN, (PRLM).- Seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jalaksana, di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, serempak melakukan aksi mogok belajar di ruang kelas, Senin (7/10/2013). Melalui aksi tersebut, mereka menuntut agar kepala sekolahnya meminta maaf kepada siswa serta mengundurkan diri dari jabatan Kepala SMAN 1 Jalaksana.
Pasalnya menurut Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah SMAN 1 Jalaksana Andi Septiansyah dan sejumlah siswa di sekolah itu, kepala SMAN 1 Jalaksana Tarso, dalam beberapa tahun terakhir suka melakukan tindakkan kekerasan fisik terhadap siswa. "Di antaranya, ada siswa yang pernah dicubit keras hingga luka, ada yang pernah ditempeleng, dijambak rambut, dan ditarik kerah bajunya oleh pak kepala sekolah," ujar Andi Setiansyah, yang bertindak sebagai koordinator aksi tersebut dibenarkan sejumlah siswa lainnya.
Padahal, menurut mereka siswa bersangkutan hanya melakukan pelanggaran ringan terhadap peraturan sekolah. Misalnya, baju seragam tidak dilengkapi label nama, berambut agak gondrong, dan pelanggaran-pelanggaran ringan lainnya.
Kekerasan fisik seperti itu, menurut mereka sudah sering dilakukan, tetapi selama ini tidak ada pihak yang berani menindak. "Oleh karena itu, melalui aksi mogok ini, kami menuntut kepala sekolah meminta maaf kepada seluruh siswa atas tindakan kekerasan yang telah dilakukannya. Selain itu, kami menuntut supaya pak kepala sekolah mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah di SMAN 1 Jalaksana ini," ujar salah seorang siswa kelas XII jurusan IPA Agung Hariyanto, diamini Andi Septiansyah dan sejumlah siswa sekolah tersebut.
Aksi mogok mengikuti jadwal pelajaran kelas di sekolah tersebut, berlangsung sejak pagi pascaupacara bendera hingga akhir jam sekolah.
Namun, kepala sekolah yang menjadi sasaran aksi unjuk rasa siswanya itu, berhalangan masuk sekolah. Sementara di balik itu, wakil kepala sekolah dan guru-guru di sekolah itu pun, tidak ada yang memberikan tanggapan atau berupaya tegas menghentikan aksi mogok siswanya itu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat Udung Rahadi, menyebutkan, kepala sekolah tidak masuk sekolah karena sedang memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit di Cirebon. "Pak kepala sekolah, sedang memeriksakan kesehatannya karena kemarin beliau mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura," kata Udung Rahadi.
Terkait dengan aksi mogok siswanya itu, Udung menilai aksi tersebut hanya dipicu serta dimotori belasan siswa yang sering melanggar disiplin dan pernah mendapat teguran keras pihak sekolah. (A-91/A-88)***