Pengetahuan Remaja Soal Reproduksi Sangat Rendah....

blogger templates

Pengetahuan Remaja Soal Reproduksi Rendah

SERANG, (KB).-
Saat ini permasalahan generasi muda atau remaja sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan TRIAD KRR (Sesksualitas, Napza, HIV dan AIDS). Data SDKI 2012 menunjukan bahwa ASFR 15-24 tahun adalah 48, hal tersebut menandakan masih tingginya angka kelahiran di bawah usia 20 tahun. Serta median usia kawin adalah 19,8 (SDKI, 2012), hal tersebut menandakan masih banyaknya remaja menikah dibawah usia 20 tahun.
Hal itu disampaikan Kepala BKKBN, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK, dalam sambutannya saat membuka Jambore dan Ajang Kreativitas Remaja GenRe tingkat Nasional di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Selasa lalu.
Selain itu, berdasarkan data juga menunjukkan rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Misalnya pengetahuan tentang masa subur, hasil survey RPJMN tahun 2012 menunjukkan hanya 20% remaja yang tahu dengan benar tentang masa subur. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2012 menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba (usia < 16-24 tahun) 40.690 (21,5%), diantaranya mahasiswa pengguna narkoba 3.143 (1,7%). Jumlah remaja yang terkena AIDS yaitu 35,2% (Kemenkes RI 2012) di antaranya kelompok usia 20-29 tahun.
“Data tersebut merupakan fenomena gunung es, artinya data tersebut hanya yang dilaporkan saja. Jika dikaitkan dengan karakteristik AIDS yang gejalanya baru muncul setelah 3-10 tahun terinfeksi, maka hal ini semakin membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka yang terkena AIDS telah terinfeksi pada usia yang lebih muda,” ucap Fasli Jalal.
Dia menuturkan, hasil SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa pengetahuan remaka tentang kesehatan reproduksi reletive masih rendah. Remaja perempuan yang tidak tahun tentang perubahan phisiknya sebanyak 4,7%. Mengenai pengetahuan remaja laki-laki tentang mimpi basah lebih tinggi (34,0%) dibandingkan dengan remaja perempuan (29,7%). Sedangkan pengetahuan remaja laki-laki tentang menstruasi lebih rendah (43,2%) dibandingkan dengan remaja perempuan (82,8%).
Pengetahuan remaja tentang cara paling penting untuk menghindari infeksi HIV masih terbatas, hanya (46%) remaja perempuan dan (59%) remaja laki-laki menyebutkan pantang berhubungan seks, (67%) remaja perempuan dan (63%) remaja laki-laki menyebutkan menggunakan kondom, serta (46%) remaja perempuan dan (59%) remaja laki-laki menyebutkan membatasi jumlah pasangan (jangan berganti-ganti pasangan seksual) sebagai cara menghindar HIV dan AIDS (SKKRI, 2012).
“Berdasarkan data dan kondisi tersebut di atas, menunjukkan bahwa betapa besarnya jumlah remaja Indonesia yang terganggu kesempatannya untuk melanjutkan sekolah, memasuki dunia kerja, memulai keluarga dan menjadi anggota masyarakat secara baik. Sejumlah itu pula remaja yang tidak siap untuk melanjutkan tugas dan peran sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menghantar Indonesia menjadi negara berdaulat dan bermartabat, yang menjunjung nilai bangsa dalam Pancasila dan UUD 1945,” harapnya.
Jambore dan Ajang Kreativitas ini dilaksanakan pada 24-27 September 2013 dengan tema “Apa arti janjimu untuk Dirimu, Temanmu, keluargamu dan negaramu”.
Acara ini sangat bermanfaat sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan PIK remaja/mahasiswa, saling tukar pengalaman dalam pengelolaan PIK remaja/mahasiswa, serta menumbuhkan semangat PIK remaja/mahasiswa melalui lomba-lomba tingkat nasional. Melalui kegiatna ini pula, seluruh anggota PIK remaja/mahasiswa yang tergabung dalam PIK remaja/mahasiswa di seluruh Indonesia, dapat memupuk kebersamaan sebagai satu keluarga besar yang memiliki tekad dan tujuan yang sama membangun Indonesia.
Sementara itu, menurut Kasi Advokasi dan KIE Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Drs. Ade Anwar, M.Si, dalam kegiatan yang diikuti sekitar 600 peserta tersebut, Banten mengirimkan sebanyak 60 peserta (terbanyak) yang berasal dari 8 kabupaten/kota se-Banten. (H-04)***