Tolak UN, KOalisi Tinggalkan Konvensi

blogger templates

Tolak UN, Koalisi Tinggalkan Konvensi

Tolak UN, Koalisi Tinggalkan Konvensi
Ilustrasi Ujian Nasional SD. ANTARA/Dhoni Setiawan

Berita Terkait

TEMPO.CO , Jakarta:Sejumlah guru dan pegiat pendidikan yang tergabung dalam Koalisi Reformasi Pendidikan mengambil langkah ekstrim saat pembukaan Konvensi Ujian Nasional yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional. Usai penyampaian paparan dari mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla, juru bicara koalisi, Retno Listyarti mengambil mikrofon dan membuat pengumuman. "Kami tak akan ikut konvensi ini, karena sesungguhnya pertemuan ini hanyalah formalitas," kata Retno di kompleks kementerian pendidikan dan kebudayaan, Kamis, 26 September 2013.

Pernyataan Retno spontan mendapat reaksi beragam dari 400-an peserta konvensi yang hadir. Ada yang diam, senyum simpul, dan ada pula yang menyoraki Retno. Namun, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indepen (FSGI) itu tak mundur. "Konvensi ini sebenarnya sudah ada hasilnya yaitu tetap melanjutkan UN. Kementerian pendidikan jelas-jelas telah mengabaikan fakta bahwa UN gagal dan terbukti mengabaikan hak anak," kata Retno lagi.

Menurut Retno, pelaksanaan Ujian Nasional sangat dipaksakan oleh pemerintah. UN juga dinilai gagal mewujudkan kesetaraan kualitas pendidikan seperti yang disampaikan. Ujian Nasional justru dinilai menjadi ajang pembodohan bagi siswa.

Koalisi kata Retno menilai, penilaian akhir terhadap kelulusan siswa seharusnya ditetapkan oleh sekolah dan bukan melalui standar angka-angka yang ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya koalisi berharap, konvensi menjadi ajang konsensus bagi guru, dinas pendidikan, akademisi, dan pemerhati untuk merumuskan apakah UN bisa dilanjutkan atau tidak. "Kenyataannya, konvensi hanya untuk menggiring peserta menyetujui pelaksanaan UN."

IRA GUSLINA SUFA