Meneladani Karakter Bangsa dari Buku Sejarah Pemikiran Tokoh Bangsa

blogger templates

Meneladani Karakter Bangsa dari Buku Sejarah Pemikiran Tokoh Bangsa

Sabtu, 11/01/2014 - 13:19
Jakarta, Kemdikbud --- Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Ditjen Kebudayaan Kemdikbud mengeluarkan buku Sejarah Pemikiran Tokoh Bangsa pada Desember lalu. Penulisan buku tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengungkapkan pergumulan, peranan dan pengaruh gagasan-gagasan dari para tokoh bangsa dalam mendirikan, memperjuangkan dan membangun bangsa Indonesia.
Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Kemdikbud, Endjat Djaenuderadjat mengatakan, penulisan Buku Sejarah Pemikiran Tokoh Bangsa ini merupakan bentuk paling sederhana untuk mengungkapkan pemikiran dan pendapat dari para tokoh bangsa. "Mudah-mudahan dapat digunakan sebagai teladan bagi generasi penerus bangsa untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa di masa kini dan masa mendatang," tulis Endjat dalam kata pengantarnya di buku.
Buku Sejarah Pemikiran Tokoh Bangsa memuat pemikiran-pemikiran para pendiri bangsa di masa lampau yang menjadikan terbentuknya bangsa Indonesia.
Dirjen Kebudayaan Kacung Maridjan mengatakan, melalui buku ini kita disadarkan bahwa bangsa Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari sebuah proses panjang, mulai dari timbulnya kesadaran nasional hingga melahirkan pergerakan nasional.
Pemikiran para tokoh tersebut menjadi sebuah teladan untuk pembentukan karakter bangsa, namun banyak terlupakan dalam penerapan kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini. Derasnya arus globalisasi mengikis ingatan kolektif terhadap pemikiran tokoh-tokoh bangsa yang dapat mengakibatkan hilangnya karakter dan jati diri bangsa.
Buku Sejarah Pemikiran Tokoh Bangsa terdiri dari enam bab, yang terbagi secara periodik, yaitu Pendidikan dan Elit Modern di Indonesia (La Ode Rabbani, dosen Sejarah Universitas Airlangga), Dari Bangsa Hindia ke Indonesia (G. Ambarwulan, Pusat Sejarah TNI), Ke Arah Indonesia Baru: Percaturan Ideologi (Restu Gunawan, Kemdikbud), BPUPKI, Pancasila dan UUD 1945 (Saleh As'ad Djamhari, Dosen Sejarah UI), Nasionalisme dan Kebudayaan (Ibnu Wahyudi, Dosen Sastra Indonesia UI), dan Pemikiran Kenegaraan Masa Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru (Susanto Zuhdi, Universitas Pertahanan/UI). (Desliana Maulipaksi)