Bengkulu Berikan Penguatan Pelatihan untuk Implementasi Kurikulum 2013

blogger templates


08/26/2013 (All day)
Bengkulu --  Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) kembali memberikan pelatihan kepada 85 guru inti, pengawas sekolah, dan kepala sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013 di Provinsi Bengkulu. Pelatihan ini dilakukan sebagai penguatan pelatihan implementasi kurikulum 2013 yang telah dilakukan Juli lalu. 
Saat ditemui seusai talkshow TVRI Bengkulu mengenai Implementasi Kurikulum 2013, Kepala LPMP Provinsi Bengkulu Saadah Ridwan membenarkan perihal penguatan pelatihan tersebut. "Disdik sangat perhatian untuk kurikulum baru ini, dan selalu berdiskusi dengan LPMP, maka langsung nyambung penguatan apa saja yang melekat dengan kurikulum," ujarnya saat ditemui seusai Talkshow TVRI Bengkulu, Kamis (22/8).
Pemilihan bentuk penguatan berdasarkan permintaan dari kalangan guru, kepala sekolah (kepsek), dan pengawas sekolah. Seusai dilatih selama lima hari di Jakarta, mereka merasa perlu adanya penambahan informasi implementasi kurikulum baru ini. "Jadi, kenapa dipilih untuk melatih mereka lagi, harapannya mereka lebih mengerti lagi mengenai kurikulum ini, sehingga tidak kesulitan menerapkannya" kata Saadah.
Kepada tim peliput Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, wanita yang telah empat tahun menjabat sebagai kepala LPMP ini menjelaskan, sudah terdapat dua pelatihan yang telah diselenggarakan. Pertama, pelatihan berbentuk rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan sehari seusai pelatihan dari Jakarta, yaitu pada 9 Juli 2013, di gedung LPMP.
Kedua, pelatihan dilakukan dalam bentuk pendalaman materi, yang disertai praktek. Pelatihan ini berlangsung selama seminggu, sejak selasa (20/8). "Kami tempatkan mereka berdasarkan tiga kelas terpisah, yaitu ruang guru, pengawas sekolah, dan kepsek," ujarnya.
Evaluasi pelatihan yang meliputi pre test dan post test pun dilakukan untuk melihat hasil pelatihan tersebut. Berdasarkan evaluasi kehadiran, Saadah mengatakan tingkat kehadiran adalah seratus persen. "Kalau pun ada yang tidak hadir, itu karena masuk sebagai guru sasaran, dan instruktur nasional," terangnya.
Dari 10 kabupaten/kota, Provinsi Bengkulu mengirimkan 85 guru, kepsek, dan pengawas sekolah inti dari 8 kabupaten/kota. Rinciannya adalah 33 guru, kepsek, dan pengawas sekolah inti tingkat SD; 30 guru, kepsek, pengawas sekolah inti tingkat SMP; 16 guru, kepsek, dan pengawas sekolah tingkat SMA; dan 6 untuk tingkat SMK. (GG)