Kaum Pekerja Beri Sinyal Dukung Jokowi

blogger templates

Jokowi berpeci [antara]

Kaum Pekerja Beri Sinyal Dukung Jokowi

[JAKARTA] Kaum pekerja dan buruh terutama yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) memberikan sinyal mendukung Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk menjadi presiden mendatang. Hal itu terlihat saat Jokowi, sapaan Joko Widodo menyempatkan diri hadir dalam peringatan HUT ke-41 KSPSI dan Hari Pekerja Indonesia di Istora Senayan.
Meski datang terlambat, Jokowi yang tiba di lokasi acara sekitar pukul 15.30 WIB langsung disambut sekitar 20.000 buruh yang memadati Istora. Tak hanya meneriakkan namanya, ribuan buruh pun berdesakan untuk bersalaman atau mengabadikan foto bersama Jokowi.

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea mengakui, sambutan anggotanya merupakan sinyal kuat adanya dukungan kaum buruh dan pekerja terhadap Jokowi. Apalagi, sejauh ini Jokowi lebih populer dan diterima rekan-rekan buruh. Namun, hingga saat ini, Andi menyatakan, secara resmi pihaknya belum memberikan dukungan kepada siapapun.

"Itu sinyal kuat tapi belum resmi. Sampai hari ini juga belum ada capres dari PDIP. Kami menghormati dan tidak ingin mendahului hal itu," kata Andi usai peringatan HUT ke-41 KSPSI dan Hari Pekerja Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (25/2).

Andi menyatakan, pihaknya tidak melarang anggota untuk berpolitik. Hal itu lantaran perjuangan buruh merupakan bagian perjuangan politik. Untuk itu, sebagai serikat pekerja terbesar di Indonesia, KSPSI tidak akan tinggal diam dalam menentukan calon pemimpin mendatang. Andi meminta setiap anggota KSPSI untuk tidak apatis dan turut menyukseskan pemilu dengan mendukung calon presiden yang berjanji untuk membela kepentingan buruh dan pekerja.

"KSPSI akan ambil bagian ke depan untuk perubahan dan perbaikan. Kami ingin pemimpin yang berjanji  membela kepentingan buruh," tegasnya.

Andi mengatakan, untuk menjaga indepedensi, pihaknya tidak akan membawa bendera KSPSI dalam mendukung capres. Dikatakan Andi, dukungan terhadap capres tertentu akan dilakukan dengan membentuk relawan buruh.

"Jadi institusi tetap independen," jelasnya. [F-5]