Pages

Selasa, 28 Januari 2014


 INFO PENTING!!!

WEBSITE MASIH DALAM PERBAIKAN

Jumat, 24 Januari 2014

Mengatasi Konflik




Cara Mengatasi Konflik


Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masingmasing.
Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan.
Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Konflik organisasi ( organizational conflict ) Adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok – kelompok organisasi, biasanya timbul karena adanya kenyataan berbeda bagi mereka tentang pembagian sumberdaya yang terbatas, status, tujuan, nilai atau persepsi dan kegiatan – kegiatan.
  • Konflik biasanya timbul karena tiga masalah yaitu:
  • masalah komunikasi .
  • hubungan pribadi .
  • struktur organisasi.
  • Suatu konflik muncul dalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Disinilah manajer dituntut untuk memenuhi sisi lain dari ketrampilan interpersonalnya, yaitu kemampuan untuk menangani dan menyelesaikan konflik.
Cara atau Taktik Mengatasi Konflik
Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik, berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang muncul.
Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:
Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik, demi kepentingan bersama.
Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara eksplisit.
Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah; akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah dan menyerah secara terpaksa.

Intervensi (campur tangan) pihak ketiga:
Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.
Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.
Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.
Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik. Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha untuk menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi, sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok sengketa.
Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik:
1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.
4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.
8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon
.
PERANAN KONFLIK
  Konflik merupakan proses yang dinamis, bukannya kondisi statis. Pendekatan yang baik untuk menggambarkan proses suatu konflik suatu konflik antara lain sebagai berikut :
  • Antecedent Conditions or latent Conflict
  • Merupakan suatu kondisi yang berpotensi menyebabkan atau mengawali suatu terjadinya konflik.Pada kondisi seperti ini dikatakan konflik bersifat laten, yaitu berpotensi untuk muncul, tapi dalam kenyataannya tidak terjadi.
  • Perceived Conflict
  • Agar konflik dapat berlanjut, kedua belah pihak harus menyadari bahwa mereka dalam keadaan terancam dalam batas-batas tertentu.
  • Felt Conflict
  • Persepsi berkaitan erat dengan perasaan. Karena itulah jika orang merasakan adanya perselisihan baik secara aktual maupun potensial, ketegangan, frustasi, rasa marah, rasa takut, maupun kegusaran akan bertambah.
  • Manifest Conflict
  • R eaksi yang mungkin muncul pada tahap ini; argumentasi, tindakan agresif, atau bahkan munculnya niat baik yang menghasilkan penyelesaian masalah yang konstruktif.
    •   Conflict Resolution or Suppression
    • Conflict resolution atau hasil suatu konflik dapat muncul dalam berbagai cara. Kedua belah pihak mungkin mencapai persetujuan yang mengakhiri konflik tersebut.
    • Conflict Alternatif
  • Ketika konflik terselesaikan, tetap ada perasaan yang tertinggal.
  •   Menurut Ross (1993)
  • Manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif.
  • Stephen P. Robbins-1974
  • “ Managing organizational conflict ” mengemukakan bahwa perbedaan pandang antara pandangan lama tantang konflik yang disebutnya pandangan tradisional dan pandangan baru tentang konflik yang disebutnya pandangan interaksionis.
  • Minnery (1980)
  • M anajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses.
PENUTUP
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa manager sudah seharusnya memiliki keterampilan komunikasi dan penanganan konflik yang tentunya dapat membantu mereka mengimplementasikan keputusan-keputusan untuk mendukung proses pencapaian tujuan suatu organsiasi. Untuk dapat mencapai hal ini, manager harus dapat mengenali hambatan-hambatan yang dapat mengganggu efektivitas komunikasi yang dapat memacu terjadinya konflik. Keterampilankomunikasi yang baik dapat mengklarifikasi konflik yang timbul serta dapat memperkecil konsekuensi negatif dari konflik itu sendiri terhadap individual dan organsiasi.
Manager dituntut untuk memahami akar dari sebuah konflik, mendiagnosis situasi konflik untuk dapat menemukan substansi spesifik dan perbedaan emosional lainnya yang mendasari terjadinya konflik tersebut sehingga dapat ditemukan sebabsebab dari perbedaan ini.
Orang menangani konflik dengan berbagai cara, tetapi hanya pendekatan penyelesaian masalah yang dapat menghasilkan resolusi konflik yang murni. Berbagai strategi manajer konflik harus diketahui oleh seorang manager, sehingga dapat diputuskan strategi mana yang cocok untuk berbagai macam konflik yang dihadapi.
Pada akhirnya, hubungan interpersonal seorang manager menghadirkan kesempatan untuk meningkatkan atau malah mengurangi kesuksesannya dalam menangani konflik. Terlatihnya seorang manager dalam komunikasi dan proses konflik akan menempatkan posisinya sebagai salah satu titik yang paling penting dalam kesuksesan suatu organisasi atau perusahaan.

Jokowi Dukung Penerapan Kurikulum Nasional 2013

Jokowi Dukung Penerapan Kurikulum Nasional 2013

Kamis, 23 Januari 2014 | 15:15 WIB
Fabian Januarius Kuwado Wakil Presiden RI Boediono dan Gubernur Jakarta Joko Widodo saat meninjau SMA 26 Tebet, Jakarta Selatan.



JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendukung penerapan kurikulum nasional tahun 2013. Menurut Jokowi, kurikulum tersebut membuat siswa-siswi tidak melulu mempelajari ilmu eksak, tetapi juga pengembangan diri.
"Kurikulum ini memang mengubah total cara dan proses kegiatan belajar-mengajar. Sekarang itu diskusinya lebih banyak, anak-anak dibangun tim, memberi ruang anak memecahkan masalah. Kurikulum ini berorientasi proses, bukan hafalan, hasil," kata Jokowi kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Kamis (23/1/2014).
"Jadi, bukan hanya fisika, matematika, tapi toleransi, soliditas tim, karakter, sopan santun utamanya. Sangat bagus," ujarnya.
Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi positif sistem penilaian murid dengan penilaian deskriptif, bukan dengan angka seperti kurikulum sebelumnya. Menurutnya, penilaian dengan sistem itu lebih menuntut guru mengenal dan membimbing setiap muridnya.
Berdasarkan tinjauannya bersama Wakil Presiden RI Boediono di beberapa sekolah percontohan penerapan kurikulum, Kamis pagi, Jokowi mengakui masih ada sejumlah kendala dalam penerapan tersebut. Kekurangan itu meliputi kekurangan buku materi dan belum terdistribusinya buku rapor murid. Namun, Jokowi memaklumi hal itu karena kurikulum tersebut masih transisi.
"Makanya, tadi kita cek. Kalau sudah siap, siap betul, barulah kita terapkan kurikulum itu di semua sekolah di DKI Jakarta," kata dia.
Sekolah yang dikunjungi oleh Jokowi dan Boediono hari ini adalah SMP Negeri 8 Pegangsaan Barat di Jakarta Pusat, SMA Negeri 26 Tebet di Jakarta Selatan, SD Penabur Jakarta Utara, dan SD Negeri 01 Jakarta Pusat. Sekolah-sekolah itu menjadi percontohan penerapan kurikulum nasional 2013.

Remaja Narkoba dan Cara Mencegahnya

Remaja Narkoba dan Cara Mencegahnya

Image by : http://konresa.blogspot.com/


(Berbagi Informasi)

By Solikan,S.Pd

Tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Hal pertama  yaitu mengikutsertakan keluarga. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

Apa itu Narkoba
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan sebagai berikut:
  1. Narkoba
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun  semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketrgantungan.
  1. Psikotropika
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan peubahan pada aktivitas mental dan perilaku
  1. Bahan adiktif lainya
Adalah bahan lain bukan narkoba atau psikotropika yang penggunaanya dapat menumbulkan ketergantungan
Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Jenis NARKOTIKA

Heroin
Dikenal dengan nama Putau atau PTW
Karakteristiknya:
  • Merupakan narkoba yang sangat tinggi cepat menimbulkan ketergantungan, berupa serbuk putih dengan rasa pahit.
  • Dalam pasaran warnanya putih atau dadu
  • Cara penggunaannya dapat disuntikkan, dihirup dan dimakan

EFEK
  • Menimbulkan rasa lesu, penampilan dungu, jalan mengambang, rasa senang yang berlebihan
  • Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang, keram, mata berair, hidung berlendir, hilang nafsu makan, dan kehilangan cairan tubuh.
  • Menimbulkan kematian bila overdosis

GANJA Dikenal dengan nama mariyuana, hashish, gelek, stick, cimeng, grass Karakteristik
  • Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama, terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya.
  • Bentuk daun kering, cairan yang lengket minyak damar “Ganja”

EFEK
  • Menurunkan ketergantungan  monorik, peningkatan denyit jantung, rasa gelisah, dan panik, perubahan persepsi tentang ruang dan waktu, depresi, halusinasi, rasa kertakutan dan agresi, rasa senang yang berlebihan,
  • Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan, sistem peredaran darah dan kanker
MINUMAN BERALKOH adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, maupun yang diproses dengan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol
PSIKOTROPIKA Jenisnya:
ECSTASY
Dikenal dengan nama Inex, XTC, huge drig, Yupie drug, essence, darity, butterfly, black, heart, ice.
KARAKTERISTIK
• Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna-warni
• Cara penggunaannya ditelan secara langsung
• Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum
EFEK
• Peningkatan detak jantung & tekanan darah, rasa senang yang berlebihan, hilangnya rasa percaya diri.
• Setelah efek di atas, biasanya akan terjadi perasaan lelah, cemas dan depresi yang dapat belangsung beberapa hari.
• Gerakan tak terkontrol, mual dan muntah, sakit kepala, hilang selera makan dan rasa haus yang berlebihan.
• Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh, baik karena dehidrasi ataupun terlalu banyak cariran.
MEMTHAMPHETAMINE
dikenal dengan nama shabu-shabu atau ubas
KARAKTERISTIK
  • Bentuknya berupa kristal dan cairan
  • Mudah larut dalam alkohol dan air
  • Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong)

BAHAN ADIKTIF LAINNYA Jenisnya: ALKOHOL
refleksi motorik, menekan pernafasan, denyut jantung dan menggangu penalaran dan penilaian
• Menimbulkan prilaku kekerasan, meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas
• Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan, sensitif, tidak dapat tidur, kejang otot, halusinasi dan bahkan kematian.
• Memperlambat kerja sistem saraf pusat, memperlambat

ZAT YANG MENIMBULKAN HALUSINASI
• Jamur kotoran kerbau, sapi kecubung
• Bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna
• Perubahan dan proses berfikir, hilangnya kontrol, hilang orientasi dan depresi.
• Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan

ZAT YANG MUDAH MENGUAP
• Lem Aica Aibon, Thinner, Bensin, Spirtus
• Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat.
• Menimbulkan perasaan senang, puyeng, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan dan pelo.
• Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung.

FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA FAKTOR INDIVIDU
• Aspek kepribadian
• Kecemasan dan depresi
• Aspek pengetahuan, sikap dan kepercayaan
• Keterampilan berkomunikasi
• Faktor emosional dan mental.
FAKTOR SOSIAL BUDAYA
• Kondisi keluarga/orang tua
• Pengaruh teman sebaya

FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH
• Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah
• Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba
• Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba

FAKTOR LAIN LINGKUNGAN
  • Pengaruh iklan atau promosi
  • Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negative

AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA
• Penyakit AIDS
• Paru-paru
• Jantung
• Hepatitis
• Over dosis
• Kriminalitas
• Kekerasan/kejahatan
• Putus sekolah
• Gangguan Jiwa

TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA Tanda-tanda Fisik
• Mata memerah
• Kulit pucat-kepucatan
• Kelopak mata seperti berat/mengantuk

Tanda-tanda dan Sikap
• Murung, cemas, depresi
• Emosional, perasa, gampang tersinggung
• Mudah tersinggung oleh kritikan ringan
• Mudah marah tanpa sebab
• Tidak perduli dengan perasaan orang lain
• Pelupa, menurunnya daya ingat
• Bermusuhan
• Tanggapan lambat

BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA
• Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk
• Apabila tidak benar, cepat katakan tidak!
• Mengusulkan kegiatan lain
• Bila usulanmu tidak diterima, Pergi!!!

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH
• Menilai besar dan luasnya masalah
• Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan
• Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan
• Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa
• Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba
• Partisipasi orang tua
• Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat.
PENCEGAHAN
• PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll.
• PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah
• SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, kegiatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite sekolah.

STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH
  • Secara terpadu dalam pelajaran
  • Secara terpadu dalam menejemen sekolah
  • Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan

BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA
  • Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahlinya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar – seminar, dll
  • Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari
  • Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba
  • Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan
  • Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingkungan.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA
  • Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya
  • Belajar untuk berkomunikasi
  • Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik
  • Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas
  • Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama
  • Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik

10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES
1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani
2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin
3. Mengembangkan harga diri
4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif
5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap sehat terhadap seksualitas
6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik
7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yang tepat
8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keterampilan mengatasi masalah
9. Tegakkan kemandirian
10. Mengontrol anak waktu menonton TV.

MENGATASI MASALAH TANPA NARKOBA
• CURHAT kepada teman baikmu, siapa tahu dapat membantu memecahkan masalahmu.
• Ceritakan juga kepada ibu dan bapak, agar beliau membimbingmu untuk memecahkan masalahmu
• Tak salah juga mengadu kepada guru BK di sekolahmu, karena beliau tahu tentang psikologi. Jadi masalahmu bisa diselesaikan secara psikologis
• Jika bermasalah, jangan termenung, bertopang dagu. Isi waktumu dengan kegiatan yang bermanfaat.
• Mengadu dan memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Kuasa, agar diberikan jalan keluar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi.

REALISASI DAN RENCANA AKSI NASIONAL P4GN
• Tahun 2008 bekerjasama dengan BNN sosialisasi di Jawa Barat, DKI Jakarta (2000 siswa dan 200 guru BK SMP). Mengirimkan buku, poster, stiker, leaflet tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah.
• Tahun 2009 bekerja dengan Metro TV dan Media Indonesia ke beberapa sekolah di Jabodetabek penyuluhan tentang narkoba.
• Tahun 2010 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama di 3 provinsi:
Banten: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP
Jawa Timur: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP
Medan : 500 siswa dan 100 guru BK SMP
• Tahun 2011 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama, kepada siswa dan guru BK di 5 provinsi.
• Tahun 2012-2015 Aksi Nasional P4GN ke seluruh sekolah.


Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.
Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan. Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).
Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Referensi : World Education – khan35.blogspot.com

Cara Memecahkan Masalah Dengan Langkah Yang Tepat

Cara Memecahkan Masalah Dengan Langkah Yang Tepat

cara memecahkan masalah

cara memecahkan masalah

Setiap individu tentunya memiliki masalah, dan masalah tersebut tak pernah lepas dari hidupnya. Masalah memang tak dapat dihindari, jadi yang harus Anda lakukan adalah bagaimana cara memecahkan masalah dengan cara yang paling tepat.

Terkadang seseorang tidak dapat memecahkan masalahnya dengan baik, sehingga masalah tersebut tak pernah selesai dan mendatangkan banyak masalah-masalah di belakangnya, seperti dendam, minder, permusuhan dan sebagainya. Memang, untuk menyelesaikan masalah bukanlah hal yang mudah, karena setiap individu memiliki ke egoisan namun tingkat ke egoisan seseorang tentunya berbeda beda, dan ke egoisan tersebut dapat di kurangi perlahan sehingga masalah dapat segera terselesaikan.

Untuk Anda yang kerap bermasalah ketika menyelesaikan masalah yang Anda alami, maka Anda dapat menyimak beberapa cara memecahkan masalah berikut ini yang dapat membantu Anda dengan baik.

Beberapa Cara Memecahkan Masalah
-          Sharing dengan orang kepercayaan
Untuk mengurangi tingkat keegoisan seseorang, maka dapat dengan cara bercerita dengan orang lain. Pilihlah orang orang terdekat Anda, seperti orang tua, sahabat dan lainnya yang dapat meberikan nasehat ataupun solusi. Dengan berbagi cerita, maka orang kepercayaan Anda tersebut dapat memberikan nasehat khusus, atau setidaknya dapat membuat Anda sedikit merasa lebih tenang.
-          Openminded
Setelah bercerita kepada orang terdekat Anda, maka Anda juga harus dapat membuka pikiran Anda dan jangan selalu bersikokoh jika Anda adalah satu satunya orang yang paling benar. Dengan mencoba untuk membuka pikiran Anda, dan berusaha lebih tenang maka Anda akan lebih mudah menerima saran, solusi dan nasehat yang diberikan yang tentunya dalam hal yang positif.
-          Intropeksi diri
Ketika Anda sudah dapat membuka pikiran Anda untuk dapat lebih menerima nasehat, maka pemikiran tersebut akan memudahkan Anda untuk lebih intropeksi diri. Dengan melakukan intropeksi diri, maka hal ini tentu saja akan sangat baik karena Anda dapat merenungkan apa yang salah dari diri Anda, dan Anda dapat menuju sesuatu yang jauh lebih baik lagi.
Meskipun cara memecahkan masalah bukanlah hal yang mudah, namun Anda harus melakukannya karena masalah tak akan pernah berhenti ketika masing masing pihak memiliki tingkat ke egoisan yang tinggi.
Stay True,

Kelompok Ilmiah Remaja

BAB1 :KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR)


PENGERTIAN

kelompok Ilmiah Remaja (K I R) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan
yang menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Karya ilmiah itu sendiri mempunyai
arti sebagai suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir yang menurut kaidah penalaran
yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya. Sebagai suatu kegiatan
ekstrakurikuler di tingkatan SLTP, SMU, SMK , Madrasah bahkan Pondok Pesantren, K elompok I lmiah
Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin
mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.

SEJARAH TERBENTUKNYA DI INDONESIA
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang
berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur
tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di I ndonesia dikenal dengan nama
Kelompok I lmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja I ndonesia sendiri. Diawali pada
tahun 1969, K oran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah
difasilitasi oleh LI PI dan mengalami berbagai perkembangan, RemajaYudha Club berubah menjadi
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

TUJUAN
Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalahpengembangan sikap ilmiah,
kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode
yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk
mengembangkan diri dalam kehidupan.

MANFAAT
K elompok ilmiah Remaja (K I R) yang dikembangkan di sekolah mempunyai berbagai manfaat bagi
siswa, guru pembibing maupun bagi sekolah, antara lain sebagai berikut.

1. Manfaat Kelompok IlmiahRemaja(KIR) bagi siswa adalah
a. Membangkitkan rasa ingin tahu terhadap fenomen alam yang berhubungan dengan iptek;
b.Meningkatkan daya nalar terhadap fenomen-fenomena alam;
c.Meningkatkan data kreasi dan daya kreatif serta daya kritis;
d.Menambah wawasan terhadap iptek;
e.Meningkatkan keterampilan menguasai iptek;
f.Meningkatkan minat baca terhadap iptek;
g.Memperluas wawasan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat dan presentasi ilmiah;
h.Mengenal car a-cara berorganisasi;
i.Sebagai wahana untuk menempa kematangan sikap dan kepribadian;
j.Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, pemberani, toleransi, kreatif, kritis, dan
skeptis;
k. Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise;
l.Membuka kesempatan untuk mendapatkan prioritas melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih
tinggi.

2.Manfaat kelompok ilmiah remaja (KIR) bagi guru pembimbing
a. Menambah wawasan i l mu penget ahuan secara l uas;
b.Menambah keterampilan membimbing kelompok ilmiah remaja;
c.Meningkatkan rasa ingin tahu terhadap iptek;
d.Meningkatkan minat baca terhadap iptek;
e.Menambah pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah;
f.Mengenal sikap-sikap dan perkembangan pribadi-pribadi siswa lebih mendalam;
g.Meningkatkan kesejahteraan hidup.

3.Manfaat Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bagi sekolah adalah
a. Memberikan nilai tambah dan nilai unggulan kompetitif bagi sekolah;
b.Menambah keterampilan dalam mengelola dan mengembang-kan sekolah;
c.Memperluas hubungan kerja sama dengan instansi lainnya;meningkatkan situasi dan kondisi
seklah yang kondusif untuk belajar;
d.Menambah f ungsi sekolah lanjutan/ menengah sebagai tempat pengembangan riset/ penelitian.


MEMBENTUK KIR DISEKOLAH

Ada beberapa hal yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam membentuk K elompok I lmiah
Remaja (K I R) di Sekolah, diantaranya adalah waktu kegiatan K I R. K arena K elompok I lmiah Remaja
(K I R) merupakan kegiatan di luar jam pelajaran sekolah maka, kita harus cerdik dalam menentukan
waktu kegiatan, baik untuk kegiatan yang memerlukan waktu yang panjang maupun waktu yang pendek.
Setelah itu baru membentuk kelengkapan organisasi seperti kepengurusan, program kerja, pembimbing
maupun penerimaananggota, yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di sekolah masing-
masi ng.

MACAM KEGIATAN KIR

Kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi K I R pada prinsipnya harus tidak mengganggu kegiatan
akademik, dan diharapkan menuju pada profesionalisme. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh K I R
agar l ebi h bervari asi t erbent uk dal am dua skal a, yai t u skal a besar dan skal a keci l . Adapun skal a besar
adalah seperti, pertemuan ilmiah, penataran dan pelatihan serta perkemahan dan wisata ilmiah.
Sedangkan untuk skala kecil seperti, aktivitas keadminstrasian, aktivitas penerangan, pelaksanaan
penelitian, presentasi karya dan aplikasi karya.

PENDANAAN KIR  DISEKOLAH

Masalah pendanaan yang kerap kali dijadikan perhatian khusus, dapat digali dengan kerja sama bersama sponsorship, dan dapat juga dianggarkan dalam Rencana Anggaran BelanjaSekolah (RABS), dari alumni/ alumna maupun persatuan orang tua siswa serta swadaya anggota melalui iuran anggota. Jadi, apabila ada komitmen yang kuat untuk menciptakan iklim ilmiah melalui kelompok ilmiah remaja, dapat dibangun kerangka yang cukup kuat secara perlahan dan pasti untuk mengatasi masalah pendanaan

 BAB2 : Pembinaan KIR Di Sekolah

MEMBINAKEGIATAN MENULISB AGIREMAJA

kegiatan menulis ilmiah merupakan suatu kegiatan yang oleh sebagian remaja diangap sulit, tetapi
bukan berarti hal tersebut tidak dapat dipelajari. Beberapa faktor yang dirasa menghambat
remaja dalam menciptakan suatu karya tulis adalah
1. Merasa diri tidak mampu untuk menulis,
2.Takut sal ah at au di sepel ekan or ang Lain,
3. Tidak berani menanggungresiko,
4. Penyakit malasmenulis,dan
5. Menutup diri dari pengalaman dan gagasan baru.

Akan tetapi semua permasalahan dalam menciptakan suatu karya tulis diatas dapat diatasi dengan
langkah sebagai berikut,
1. Mulailah mencobamenulissejak sekarang,
2. Tentukan sasaran dan batas waktu penulisan,
3. Hilangkan sikap membuat t ulisan asal jadi dan merasa cepat puas,
4. Yakinkandiri bila Anda mampumenulisseperti oranglain,
5. Janganmudahputusasajikamendapatkankritik,dan
6.Pahamilah bahwa menul i s sebagai suatu proses kreatif .


KURIKULUM

Perkembangan organisasi atau K elompok I lmiah Remaja dapat terus bertahan karena dipengaruhi
beberapa hal, antara lain kurikulum, kebijaksanaan sekolah, pendanaan, kerjasama dengan institusi-
institusi, dan sosialisasi hasil penelitian. K urikulum Berbasis K ompetensi (KBK) yang kini menggantikan
Kurikulum 1994 lebih berorientasi kepada peserta didik daripada guru. Meskipun begitu, KBK tetap
mengarahkan guru sebagai pengajar yang mandiri. Yang mana hal tersebut memberi dorongan dan
kesempatan guru untuk memiliki krestivitas dan fleksibilitas dalam pengajaran, sehingga mengajak
peserta didik untuk berdiskusi, kritis dan bereksplorasi sesuai dengan pengalaman hidupnya sendiri-
sendiri. Maka, kemampuan tersebut dapat menjadi modal dasar untuk mengembangkan peserta didik
dal am kegiatan-kegiatan kelompok ilmiah remaja.

VISI, FUNGSI , TUJUAN KOMPETENSI ORGANISASI

Visi pengajaran sains di sekolah dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah mempersiapkan siswa
yang haus akan sains dan teknologi, untuk memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Adapun fungsi
dari pengajaran sains adalah menanamkan keyakinan t erhadap Tuhan Yang Mahakuasa; mengembangkan
keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah; serta menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat.

Sedangkan tujuannya adalah agar siswa memiliki pengetahuan dan metode ilmiah; memiliki pengetahuan
dan keterampilan menerapkan prinsip sains; memiliki sikap ilmiah; memiliki keyakinan dan keteraturan
alam ciptaan-Nya dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa; serta memiliki keterampilan menggunakan
bahasa, alat dan operasi sains.

Kompetensi umum sains untuk jenjang SMU adalah, mampu bersikap ilmiah, mampu menerjemahkan
perilaku alam, mampu memahami proses pembentukan ilmu dan mampu memanfaatkan sains untuk
menjelaskan prinsip sains pada produk teknologi.

Adapun lima pendekatan yang perlu diperhatikan dalam menempatkan siswa sebagai pusat perhatian
utama adalah:

1. Empat Pilar Pendidikan
a.mampu memperkaya pengalaman belajarnya,
b.mampu membangun pemahaman dan pengetahuan terhadap dunia sekitar,
c.mampu membangun jati diri, dan
d.mampu memahami kemajemukan dan melahirkan sikap-sikap positif dan toleran terhadap
keanekaragaman dan perbedaan hidup.

2.Inkuiri Sains
Pendekatan inkuiri sains adalah suatu pendekatan yang sangat menentang dan melahirkan
interaksi antara yang diyakini anak sebelumnya terhadap suatu bukti baru untuk mencapai
pemahaman yang lebih baik.

3.Konstruktivisme
Pandangan K onstruktivisme menganggap semua peserta didik memiliki pengetahuan tentang
lingkungan dan gejala alam di sekitarnya.

4.Sains, Teknologi dan Masyarakat
Dengan pendekatan ini, peserta didik dikondisikan agar mau dan mampu menerapkan prinsip
sains untuk menghasilkan suatu karya teknologi sederhana yang diikuti dengan pemikiran untuk
mengatasi dampak negatif yang mungkin timbul dari munculnya produk teknologi

5. Pemecahan Masalah
a.mengidentifikasi masalah dan merencanakan penyelidikan,
b.memilih teknik, alat dan bahan,
c.mengorganisasi dan melaksanakan penyelidikan secara sistematik,
d.menginterprestasikan dan mengevaluasi pengamatan dan hasil penyelidikan, dan

Fungsi Evaluasi dalam Proses Belajar Mengajar



FUNGSI EVALUASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dan tujuan eval uasi itu sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan di muka tersirat bahwa tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Di samping itu, juga dapat digunakan oleh guru-guru dan para pengawas pendidikan untuk mengukur atau menilai sampai di mana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode-metode mengajar yang digunakan. Dengan demikian, dapat dikatakan betapa penting peranan dan fungsi evaluasi itu dalam proses belajar-mengajar.
Secara lebih rinci, fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi, yaitu:
1.      Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan unuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi formatif) dan atau untuk mengsi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar, yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dan suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif).
2.      Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan  satu sama lain. Komponen komponen dimaksud antara lain adalah tujuan,  materi atau bahan pengajaran, metode dan kegiatan belajar-mengajar, alat dan sumber pelajaran, dan prosedur serta alat evaluasi.
3.      Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya seperti antara lain:
ü  ntuk membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kekurangan atau kemampuan siswa.
ü  Untuk mengetahui dalam hal-hal apa seseorang atau sekelompok siswa mememerlukan pelayana remedial.
ü  Sebagai dasar dalam menangafli kasus-kasus tertentu di antara siswa.
ü  Sehagai acuan dalam melayani kebutuhan-kebutuhan siswa dalam rangka bimbingan karier.
4.      Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang
bersangkutan. Seperti telah dikemukakan di muka, hampir setiap saat guru melaksanaka kegiatan evaluasi dalam rangka menilai keberhasilan bealajar siswa dan menilai program pengajaran, yang berarti pula menilai isi atau materi pelajaran yang terdapat di dalam kurikulum. Seorang guru yang dinamis tidak akan begitu saja mengikuti apa yang tertera di dalam kurikulum, ia akan selalu berusaha untuk menentukan dan memilih materi materi mana yang sesuai dengan kondisi siswa dan situasi lingkungan serta perkembangan masyarakat pada masa itu. Materi kurikulum yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ditinggalkannya dan diganti dengan materi yang diangap sesuai. Benar apa yang dikatakan oleh para pakar kurikulum bahwa pada hakikatnya kurikulum sekolah ditentukan oleh guru.
Meskipun pada umumnya di Indonesia kurikulum sekolah disusun seacra nasional dan berlaku untuk semua sekolah yang sejenis dan setingkat, guru-guru dapat ikut serta menyusun kurikulum, atau duduk dalam panitia penyusun kurikulum, atau setidak-tidaknya memberikan saran dan pendapatnya. Sebaliknya, panitia penyusun kurikulum biasanya mencari rnasukan-masukan dari para pelaksana kurikulum di lapangan, termasuk para pengawas-penilik, kepala sekolah, dan guru-guru. Demikianlah betapa penting peranan dan fungsi evaluasi bagi pengembangan dan perbaikan k irikulum.

Mengajak Anak Untuk Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekitar

Mengajak Anak untuk Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekitar

Mengajak Anak untuk Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekitar
Oleh : Dra. Adriani Purbo Psi. MBA

Salah satu kunci sukses hidup bermasyarakat adalah kemampuan untuk bersosialisasi. Bila Anda ingin anak anda trampil bersosialisasi, maka pembelajaran sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Dengan bersosialisasi, banyak hal yang bisa mereka pelajari, seperti sikap toleransi, empati, saling berbagi dan sebagainya. Anak-anak yang mampu bersosialisasi diharapkan akan tumbuh menjadi anak-anak yang merasa aman dan tenteram bila berada di tengah-tengah lingkungannya.
Hal ini sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Namun demikian, mengingat usia anak yang masih dini, dimana fokus anak sebagian besar masih pada diri sendiri, maka sangat diperlukan peran orang tua dalam mendorong dan mengajak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Untuk mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua:
Kenalkan anak dengan lingkungan sekitar
Orangtua perlu memperkenalkan pada anak bahwa lingkungan sekitar yang harus dipelajari anak bukan hanya rumah, melainkan juga lingkungan di luar rumah dan sekolah.Hal ini perlu agar anak memiliki wawasan mengenai lingkungan sekitar yang dapat membantunya dalam beradaptasi.
Mulailah dengan membawa anak berjalan-jalan di sekitar rumah.Sambil berjalan Anda dapat memperkenalkan anak pada orang-orang yang Anda kenal yang kebetulan Anda jumpai.Selain itu Anda juga dapat menunjukkan pohon-pohon atau bangunan yang ada disepanjang jalan agar anak lebih mengenal situasi sekelilingnya.
Bila anak sudah waktunya untuk sekolah, Anda bisa menjelaskan pada anak tentang sekolah. Misalnya apa saja yang bisa dijumpai di sekolah, keuntungan apa yang bisa diperoleh dengan bersekolah, dan kalau perlu ajaklah anak mengunjungi sekolahnya sebelum ia mulai masuk sekolah.Dengan memperkenalkan anak dengan lingkungannya, diharapkan anak merasa tidak canggung berada di tengah-tengah lingkungannya.
Ajari anak mengenai aturan-aturan sosial
Untuk dapat diterima oleh lingkungan sekitar, orangtua perlu membekali anak dengan pengetahuan mengenai aturan-aturan sosial.Misalnya tidak boleh merebut mainan teman, minta maaf apabila berbuat kesalahan, minta ijin apabila ingin memakai barang teman, dan sebagainya. Aturan-aturan sosial ini bisa diajarkan kepada anak misalnya melalui kegiatan mendongeng atau membaca buku cerita tentang persahabatan atau melalui film-film yang dapat memberikan pelajaran mengenai aturan-aturan sosial.
Beri contoh yang baik bagaimana bersosialisasi
Aturan-aturan sosial yang sederhana dapat dipelajari anak dengan mengobservasi dan meniru orang tuanya baik secara sadar maupun tak sadar. Misalnya, bagaimana ibu dan ayahnya menyapa saat bertemu tetangga,bagaimana orangtua bersikap sopan dan ramah pada saat menerima tamu,bagaimana orangtua tidak begitu saja masuk ke rumah tetangga tanpa mengetuk pintu / minta ijin dulu, dan sebagainya. Orangtua yang suka bergaul, supel dan peka terhadap aturan sosial akan menjadi model yang baik bagi anak untuk belajar bersosialisasi, sehingga besar kemungkinan kelak anak akan berhasil dalam membina hubungan dengan orang lain.
Beri anak kesempatan bergaul
Melalui kesempatan bergaul, anak dapat mempraktekkan ketrampilan sosialnya, sehingga anak dapat secara langsung melihat hubungan sebab akibat antara suatu tingkah laku dan konsekuensinya.Dengan demikian, diharapkan anak lebih dapat memahami prilaku-prilaku mana yang bisa dan tidak bisa diterima orang lain.Sebagai tahap awal, misalnya mengajak anak tetangga atau kerabat, yang umurnya sebaya dan sudah ia kenal, untuk bermain di rumah. Hal ini biasanya dapat menjadi momen tepat agar anak mulai belajar mempraktekkan ketrampilannya dalam menjalin hubungan dengan orang lain.Selain itu mengajak anak berkunjung ke rumah saudara atau kenalan orangtua juga dapat membantu anak untuk mulai berinteraksi dengan orang lain. Jika anak Anda pemalu, undang anak lain yang lebih muda sehingga memberikan kesempatan pada anak Anda untuk menjadi pemimpin.
Beri kebebasan pada anak untuk bergaul dengan bermacam-macam lingkungan.
Pengalaman anak bergaul dengan berbagai macam lingkungan, dapat memperkaya wawasan anak dalam bersosialisasi. Misalnya sesekali ajak anak berbelanja ke pasar, kemudian minta anak untuk belajar bertanya dengan sopan pada penjual atau melakukan transaksi jual beli. Hal ini selain bisa memberi pengalaman bagi anak, juga bisa melatih kepercayaan diri anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Selain itu anak juga bisa dibawa mengunjungi panti asuhan agar anak dapat saling berbagi, berempati serta memiliki kepekaan sosial. Berilah kebebasan pada anak untuk bergaul dengan bermacam-macam lingkungan. Namun sebagai orang tua kita perlu memberi bekal pemahaman pada anak mengenai lingkungan yang baik dan kurang baik baginya.Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara mengajak anak untuk berdialog dan menceritakan siapa teman-temannya, bagaimana sifat-sifat dan tingkah laku mereka, dan bersama-sama anak mengevaluasi apakah lingkungan tersebut baik bagi anak.

Senin, 20 Januari 2014

Hukum Membaca Doa Qunut dalam Salat Subuh

Hukum dan bacaan doa qunut dalam salat (sholat) Subuh ini mengulas tentang bacaan doa qunut beserta artinya dan hukum membaca doa qunut dalam salat Subuh. Membaca doa qunut dalam salat subuh sering menjadi pertentangan tersendiri akibat perbedaan keyakinan dan pemahaman. Sebagian pihak membolehkan bahkan menganggapnya sunnat namun pihak lain tidak.

Hukum Membaca Doa Qunut dalam Salat Subuh

Doa qunut adalah serangkaian doa yang dibaca saat iktidal (berdiri setelah ruku) pada rakaat terakhir salat subuh atau witir. Hukum membaca doa qunut ini bagaimana?.
Menurut pendapat madzab Syafi’i,  doa Qunut dalam salat Subuh merupakan salah satu dari sunnat Ab’adl salat, baik saat terjadi musibah maupun tidak. Membaca doa qunut juga dipraktekkan oleh sebagian besar ulama salaf dan generasi setelahnya. Bahkan para sahabat Nabi Muhammad (termasuk Khulafa'ur Rasidin) semisal Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Al Khatthab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Al Barra’ bin Azib pun membaca doa qunut dalam salat subuh yang dikerjakannya (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, juz 3, hal 504).
membaca-doa-qunut
Dalil yang digunakan sebagai rujukan hukum membaca doa qunut antara lain hadist Anas bin Malik yang berbunyi:
مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَ
Yang artinya kurang lebih: “Rasulullah SAW tidak henti membaca Qunut dalam shalat Fajar hingga beiau meninggal dunia” (Musnad Ahmad bin Hambal)
Juga hadits yang diriwayatkan dari Al Awwam bin Hamzah, bunyinya:
سألت أبا عثمان عن القنوت ، في الصبح فقال : بعد الركوع . قلت : عمن ؟ قال : عن أبي بكر وعمر وعثمان
Artinya kurang lebih: “Aku bertanya pada Abu Utsman tentang masalah qunut dalam shalat Shubuh. Dia menjawab, “Setelah ruku’”. Aku bertanya lgi, “Dari siapa?” Dia menjawab, “Dari Abu BAkar, Umar dan Utsman”.
Namun harus diakui juga bahwa terdapat  hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak membaca qunut dalam salat Subuh. Akan tetapi hadits tersebut tetap tidak menghalangi kesunnatan membaca doa qunut, apalagi sampai mengharamkannya. Hal ini menurut para ahli fikih selaras dengan kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi; “Dalil yang menetapkan lebih didahulukan daripada dalil yang menafikan, karena dalil yang menetapkan memiliki informasi tambahan.”

Bacaan Doa Qunut dan Terjemahannya

Bacaan doa qunut adalah sebagai berikut:
أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ, فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ, وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ,وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ, وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
(Allahummahdiniy fiiman hadait. Wa ‘aafiniy fiiman ‘aafait. Wa tawallaniy fiiman tawallait. Wa baarikliy fiima a’thoita. Wa qiniy syarro maa qodhoit. Fainnaka taqdhii walaa yuqdhoo ‘alaik. Wa innahuu laa yadzillu man waalait. Wa laa ya ‘izzu man ‘aadait. Tabaarokta robbanaa wata’aalait. Falakal hamdu ‘alaa maa qodhoit. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadininnabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii washohbihii wa sallam.)

Terjemahannya kurang lebih: “Ya Allah tunjukkan aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan. Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Minggu, 19 Januari 2014

Perhitungan Statistik Pengunjung Blog 8.6 Smp Ymik 2014

 DIHITUNG PUKUL 09.00 Wib - Minggu,19 Januari 2014

Semoga diTahun 2014 ini, Blog 8.6 SMP Ymik Lebih baik lagi dan berkualitas amien ya Robbal Alamien....


Kami Segenap Pengurus Kelas 8.6 , Guru dan Karyawan Smp Ymik, Serta Teman - Temanku Turut
Prihatin Atas Banjir yang melanda Provinsi Dki Jakarta dan Manado
Serta Meletusnya Gunung Sinabung.

Harapan Kami di Tahun ini lebih baik lagi dari Tahun Sebelumnya Amien.



BERIKUT STATISTKNYA :

Penayangan hari ini
24
Penayangan kemarin
8
Penayangan bulan lalu
667
Riwayat penayangan sepanjang waktu
3.429

JUMLAH : 3.429 Pengunjung.