Pages

Kamis, 29 Agustus 2013

Pemeluk Agama Yang Baik Akan Jadikan Indonesia Lebih Baik

Pemeluk Agama Yang Baik Akan Jadikan Indonesia Lebih Baik
Kamis, 29 Agustus 2013 –
Foto
Ternate (Pinmas) —- Sekali menjadi pemeluk agama yang baik, maka seseorang dipastikan akan ikut berkontribusi menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Demikian penegasan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat ketika memberikan sambutan pada Rapat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara tahun 2013, Ternate, Rabu (28/08).
“Pemeluk agama yang baik tentu akan berpikir bagaimana menjadikan Indonesia lebih baik,” tegas Bahrul.
Hadir dalam pembukaan raker ini, Sekretaris Daerah Pemprov Maluku Utara Madjid Husen bersama pejabat Pemprov lainnya, Rektor IAIN Sultan Zainal Abidin Syah Ternate Abdurrahman I. Marasabessy, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Kasman Hi. Ahmad, para tokoh agama, serta para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku Utara.
Menurut Bahrul, Kementerian Agama bertugas membangun umat beragama di Indonesia agar menjadi pemeluk agama yang baik. “Yang muslim menjadi insan kamil, yang kristiani dan katholik menjadi pemeluk kristiani sejati, saudara kita yang memeluk agama Hindu dan Budha menjadi pemeluk yang paripurna, yang konghuchu menjadi pemeluk yang sempurna,” kata Bahrul.
Dikatakan Bahrul, misi Kemenag ini harus benar-benar dijalankan secara serius oleh semua aparat Kementerian Agama. “Saya membutuhkan dukungan dari teman-teman menghadapi isu kehidupan beragama. Marilah kita tumbuhkan apa yang disebut dengan kesejatian beragama,” ujar Bahrul.
Bahrul menambahkan bahwa adalah menjadi tugas kita semua di Kementerian Agama untuk menjaga ummatnya masing-masing agar betul-betul memahami ajaran agamanya. Termasuk tugas kita, lanjut Bahrul, adalah mampu memprotek lajunya informasi menjadi informasi yang baik yang mampu mengarahkan ummat pada kepatuhan dan ketaatan kepada ajaran agamanya.
Terkait hal ini, Bahrul menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Maluku Utara yang telah membantu program-program pembangunan di bidang agama, baik pada penyediaan lahan bagi IAIN maupun penyediaan lahan dan infrastruktur lainnya pada pembangunan MAN Insan Cendikia.
Sementara itu, Sekda Maluku Utara Majid Husen mengatakan bahwa keberadaan Kantor Kementerian Agama yang meliputi Kantor Kementerian Kabupaten/Kota hingga pada Kantor Urusan Agama, menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan keagamaan pada masyarakat di wilayahnya. “KUA faktor penting dalam layanan nikah. Penyuluh Kemenag Kabupaten/Kota juga penting dalam peningkatan pemahaman dan praktek kehidupan beragama yang baik dan benar.
Senada dengan Sekda, Kakanwil Kemenag Maluku Utara dalam laporannya mengungkapkan keberhasilan program keagamaan di Maluku Utara tidak terlepas dari kerjasama dari semua pihak, terutama Pemprov dan Pemda. (inmas malut)

SMP Negeri 7 Padang Siap Jadi Sekolah Sasaran Tambahan


08/29/2013 (All day)
Padang, Sumbar --- Kota Padang akan menambah jumlah sekolah sasaran yang akan menerapkan Kurikulum 2013. Salah satu sekolah yang masuk dalam daftar tersebut adalah SMP Negeri 7 Padang. Guru-gurunya pun telah mendapat undangan dan siap untuk mengikuti pelatihan. 
"Rencananya pelatihan awal September ini, kami mendapat panggilan dari kepala dinas kota untuk siap-siap dilatih," ujar Syamsniwetti,  Kepala Sekolah SMPN 7 Padang ketika ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu siang (28/8).
Ia mengatakan, belum ada persiapan khusus dari sekolah yang dipimpinnya dalam implementasi Kurikulum 2013. Namun meski sekolahnya tidak ditunjuk menjadi sekolah sasaran sejak awal, tidak menyurutkan semangat guru-guru untuk mempelajari sendiri konsep Kurikulum 2013, sehingga ketika ditunjuk menjadi sekolah sasaran, mereka sudah memiliki persiapan.  "Untuk para guru sebelumnya sudah saya suruh untuk membuka dan melihat-lihat di internet. Karena di internet sudah ada materi Kurikulum 2013," ujar Syamsniwetti. 
Menurutnya, antusiasme para guru SMPN 7 Padang sangat bagus dalam merespon Kurikulum 2013. Terbukti banyak yabg belajar secara mandiri dan mencari tau konsep Kurikulum 2013 dan bagaimana implementasinya di sekolah. "Jadi para guru sudah banyak mengetahui secara pribadi seperti pembelajaran agama tiga jam apa saja yang dipelajari, dan PKKN tiga jam apa saja  yang dipelajari," demikian ia memberi contoh.
Ia pribadi sebagai kepala sekolah sangat antusias dengan kurikulum baru itu. "Saya sangat merespon sekali Kurikulum 2013 karena kompetensi siswa itu benar benar dari dirinya dan dikembangkannya," tutur wanita berjilbab itu.
Syamsniwetty melihat, dalam Kurikulum 2013, guru bertindak  sebagai fasilitator. "Guru hanya memberikan masukan-masukan yang sesuai dengan masing bidang studi, tidak terfokus kepada satu bidang tematik  saja," katanya. Kurikulum 2013 ini menurutnya,  adalah penyempurnaan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). "Jadi sekarang guru-guru semakin proaktif dan termotivasi mencari media elektrik (untuk mengajar)," ujarnya.
SMP Negeri 7 merupakan salah satu sekolah unggulan di Kota Padang. Seluruh gurunya sudah memiliki sertifikasi, dan sebagian besar sudah memiliki gelar S2. Sementara peserta didiknya pun sebagian besar memiliki tingkat kecerdasan yang baik, dan secara ekonomi berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi cukup baik. Sedangkan secara fisik, kondisi gedung SMPN 7 sangat bagus, karena pembangunannya mendapat bantuan dari negara Jepang pascabencana gempa bumi pada 2009 lalu. (EH)

Siasati Kurang Buku, Guru Kota Padang Atur Rombel dalam Implementasi Kurikulum 2013


08/29/2013 (All day)
Padang, Sumbar-- Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2013-2014 di Kota Padang, Sumatera Barat, baru berjalan aktif selama tiga minggu. Dalam tiga minggu tersebut belum banyak yang bisa dilihat dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah sasaran. Namun beberapa kesulitan sudah ditemui di lapangan, salah satunya distribusi buku yang belum mencukupi kebutuhan siswa di sekolah.
Ada 40 sekolah yang menjadi sasaran implementasi Kurikulum 2013 di Padang. Sekolah tersebut terdiri dari 23 SD, 6 SMP, 8 SMA, dan 3 SMK. Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Padang, Darmaisutri, mengatakan pemilihan sekolah-sekolah sasaran tersebut telah diputuskan dari pusat (kementerian) karena mereka memiliki akreditasi A. Begitu pula dengan pelatihan guru-gurunya, mengikuti agenda dan undangan dari pusat. 
Namun pada praktiknya, kenyataan di lapangan tidak semulus apa yang sudah direncanakan. "Namanya kurikulum baru, tentu banyak kesulitan. Misalnya buku," ujar Darmaisutri saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Kota Padang, pada Selasa sore, (27/8). Ia memperkirakan, baru sekitar 25-persen buku Kurikulum 2013 yang telah didistribusikan ke sekolah-sekolah sasaran di Kota Padang. "Misalnya jumlah satu sekolah ada 100 murid. Mereka baru nerima 25 atau 30 buku," katanya.
Hal tersebut diakui Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Barat, Jamaris Jamna. Jamaris mengatakan, distribusi buku Kurikulum 2013 saat ini memang belum sesuai kebutuhan. "Ada sekolah yang berlebihan, ada yang malah kekurangan (buku)," jelasnya di kantor LPMP Sumbar, pada Rabu pagi, (28/8). Jamaris menuturkan, belum tepatnya distribusi buku tersebut karena buku-buku Kurikulum 2013 didistribusikan langsung oleh percetakan ke sekolah-sekolah sasaran, dan tidak melalui LPMP atau dinas pendidikan yang lebih mengetahui data sekolah. Menurutnya, ketentuan distribusi tersebut menjadi salah satu kesepakatan dalam klausul antara percetakan dengan Kemdikbud.
Namun kekurangan buku di sekolah tidak menyurutkan semangat guru-guru dalam mengajar kurikulum baru. Mereka memiliki strategi untuk mengatasinya. Darmaisutri menjelaskan, kekurangan buku tersebut disiasati dengan mengatur rombongan belajar (rombel). "Kalau ada buku 30, rombelnya 3, masing-masing satu kelas itu 10 (buku). 10 itu kan (siswa) bisa duduk berkelompok," jelasnya. Ia menambahkan, konsep Kurikulum 2013 yang tematik integratif juga membuat guru tidak harus terpaku dengan buku. "Yang penting guru mengerti materi," katanya. 
Untuk membantu guru-guru yang menghadapi kesulitan dalam implementasi Kurikulum 2013, Dinas Pendidikan Kota Padang selalu memberikan pendampingan. Pendampingan yang diberikan berupa penunjukan pengawas pendamping untuk sekolah sasaran, pertemuan dengan guru dan kepala sekolah, penjelasan RPP, serta mengajak guru untuk latihan praktik mengajar di kelas.
Darmaisutri juga mengatakan, respon guru-guru di Kota Padang terhadap konsep Kurikulum 2013 sangat positif. "Kurikulum itu kan bagus semuanya. KTSP bagus, Kurikulum 2013 bagus juga karena dilengkapi . Tapi tergantung pada guru menggunakan multimedia," tuturnya. Untuk di SD, jelasnya, kemampuan guru menggunakan teknologi masih rendah dibandingkan guru SMP dan SMA/SMK. Padahal Kurikulum 2013 membutuhkan kreativitas guru dalam mengajar dengan berbagai media dan metode. "Menuntut kreativitas secara maksimal. Kemauan seorang guru untuk mengubah mindset cara mengajarnya," tutur Darmaisutri. Karena itu ia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat bisa lebih terlibat dalam implementasi Kurikulum 2013. "Karena di sana ada dana," ujarnya yang berharap dana tersebut bisa digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk guru, sehingga tidak hanya menunggu panggilan pelatihan dari pusat (Kemdikbud). (DM)

Senin, 26 Agustus 2013

Bengkulu Berikan Penguatan Pelatihan untuk Implementasi Kurikulum 2013


08/26/2013 (All day)
Bengkulu --  Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) kembali memberikan pelatihan kepada 85 guru inti, pengawas sekolah, dan kepala sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013 di Provinsi Bengkulu. Pelatihan ini dilakukan sebagai penguatan pelatihan implementasi kurikulum 2013 yang telah dilakukan Juli lalu. 
Saat ditemui seusai talkshow TVRI Bengkulu mengenai Implementasi Kurikulum 2013, Kepala LPMP Provinsi Bengkulu Saadah Ridwan membenarkan perihal penguatan pelatihan tersebut. "Disdik sangat perhatian untuk kurikulum baru ini, dan selalu berdiskusi dengan LPMP, maka langsung nyambung penguatan apa saja yang melekat dengan kurikulum," ujarnya saat ditemui seusai Talkshow TVRI Bengkulu, Kamis (22/8).
Pemilihan bentuk penguatan berdasarkan permintaan dari kalangan guru, kepala sekolah (kepsek), dan pengawas sekolah. Seusai dilatih selama lima hari di Jakarta, mereka merasa perlu adanya penambahan informasi implementasi kurikulum baru ini. "Jadi, kenapa dipilih untuk melatih mereka lagi, harapannya mereka lebih mengerti lagi mengenai kurikulum ini, sehingga tidak kesulitan menerapkannya" kata Saadah.
Kepada tim peliput Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, wanita yang telah empat tahun menjabat sebagai kepala LPMP ini menjelaskan, sudah terdapat dua pelatihan yang telah diselenggarakan. Pertama, pelatihan berbentuk rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan sehari seusai pelatihan dari Jakarta, yaitu pada 9 Juli 2013, di gedung LPMP.
Kedua, pelatihan dilakukan dalam bentuk pendalaman materi, yang disertai praktek. Pelatihan ini berlangsung selama seminggu, sejak selasa (20/8). "Kami tempatkan mereka berdasarkan tiga kelas terpisah, yaitu ruang guru, pengawas sekolah, dan kepsek," ujarnya.
Evaluasi pelatihan yang meliputi pre test dan post test pun dilakukan untuk melihat hasil pelatihan tersebut. Berdasarkan evaluasi kehadiran, Saadah mengatakan tingkat kehadiran adalah seratus persen. "Kalau pun ada yang tidak hadir, itu karena masuk sebagai guru sasaran, dan instruktur nasional," terangnya.
Dari 10 kabupaten/kota, Provinsi Bengkulu mengirimkan 85 guru, kepsek, dan pengawas sekolah inti dari 8 kabupaten/kota. Rinciannya adalah 33 guru, kepsek, dan pengawas sekolah inti tingkat SD; 30 guru, kepsek, pengawas sekolah inti tingkat SMP; 16 guru, kepsek, dan pengawas sekolah tingkat SMA; dan 6 untuk tingkat SMK. (GG)

Jumat, 23 Agustus 2013

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Komitmen merupakan langkah awal jika ingin memiliki karakter yang baik, tetapi komitmen seperti apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan pendidikan karakter? Yaitu disiplin terhadap pendidikan karakter itu sendiri. Kali ini kita akan membahas dari sudut pandang sekolah.
Suatu ketika saya sempat mempresentasikan tentang pendidikan karakter dan dampaknya terhadap guru dan karyawan sekolah. Saya dan rekan sengaja menyeting agar lingkungan sekolah menjadi padu dengan isu pendidikan karakter yang akan didengungkan oleh sekolah yang bersangkutan. Saat saya menjelaskan tentang peraturan sekolah dan peraturan kelas, terlihat muka yang kurang nyaman, serta respon yang kurang antusias, serta air muka yang seakan berbeban berat menyikapi pelaksanaan pendidikan karakter.
Dan ditengah-tengah acara saya menjelaskan agar sekolah tidak perlu terburu-buru melakukan perombakan besar dalam aturan sekolah. Saya sangat memahami beban guru dalam mengajar dan kegiatan administrasinya, lakukan step by step yang penting ada komitmen dalam pelaksanaannya dan peliharalah disiplin sebagai motor penggerak pendidikan karakter itu sendiri, itu kuncinya. Disiplin, disiplin dan disiplin.

Sekilas saya jelaskan disiplin orang yang hidup di Indonesia dengan dua musim, berbeda dengan negara yang hidup dengan empat musim. Ketangguhan, daya juang dan inisiatif juga berbeda. Kita di Indonesia adalah wilayah yang tantangan secara alamnya cukup sedikit dibandingkan dengan mereka yang hidup di empat musim. Karena salah satu faktor inilah kita perlu belajar disiplin lebih lagi untuk kehidupan yang lebih baik. Disiplin sangat erat dengan kesuksesan, bahkan disiplin ada dalam satu paket dengan kesuksesan. Apapun yang hendak dicapai dalam kesuksesan itu disiplin adalah dasarnya. Bahkan ukuran disiplin sudah diformulasikan secara rinci oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outlier, bahwa butuh 10.000 jam kedisiplinan untuk menjadi master dalam bidang apapun. Penyanyi, atlet, profesional di bidang bisnis yang sukses telah melewati proses 10.000 jam. Dan anda tahu siapa saja yang telah menjadi master di bidangnya bukan? Sebut saja, Ruth sahayana, Taufik hidayat, Agnes Monica, Purwacaraka, Juna, Rifat Sungkar, Chairul Tanjung, Hermawan Kertajaya dan masih banyak sekali tokoh yang bisa disebut master di bidangnya masing-masing.
Pendidikan karakter cenderung tak akan pernah tersentuh secara nyata jika ada hanya sebatas proses pemahaman tentang karakter atau hanya bersifat informasi tanpa adanya tindakan. Dewasa ini di media cetak, elektronik dan media internet banyak memberitakan tentang kasus jual beli kunci ujian, contek mencontek, plagiatisme, bahkan kasus kriminal yang dilakukan oleh pelajar, itu semua menunjukan bahwa nilai realisasi karakter bangsa tidak terwujud nyata. Fenomena ini muncul akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Faktor yang mempengaruhi antara lain :
  1. Rendahnya sarana fisik
  2. Rendahnya kualitas guru
  3. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
  4. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan
  5. Visi dan moralitas pendidik serta anak didik yang rendah
  6. Mahalnya biaya pendidikan Memang menjadi masalah serius di negeri ini
Anggaran pendidikan yang sudah tinggi tidak menjamin sarana fisik yang baik dan biaya pendidikan yang terjangkau, penyebabnya jelas moralitas masyarakat yang mementingkan golongan, kepetingan pribadi dan mendapat keadaan yang tepat.

Keenam halangan ini hanya bisa hilang jika nilai luhur dan pendidikan karakter benar-benar terealisasikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berkaitan dengan permasalah diatas kiranya diperlukan suatu terobosan di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestas tinggi. Untuk mencapai itu diperlukan inovasi dan pengembangan nilai disiplin serta komitmen dari setiap perangkat sekolah agar pendidikan karakter bisa terus berjalan. Dampak dari pendidikan karakter dapat membangun individu untuk mengenali dirinya sendiri dan mampu menetapkan tujuan pendidikannya.
Pendidikan karakter sebenarnya sudah ada sejak dulu seperti apa yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara melalui Among Metode, dimana ada tiga unsur pendidikan yang harus berjalan sinergis yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan Among Metode diharapkan anak akan tumbuh sesuai kodrat (naturelijke groei) dan keadaan budaya sendiri (cultuur histories). Sehingga ada tiga hal yang patut dan perlu untuk dikembangkan dalam rangka membangun karakter yang berpendidikan yaitu membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif mengingat budaya itu bersifat kontinue, konvergen dan konsentris (Ki Hajar Dewantara). Perhatikan kata-kata Ki Hajar Dewantara berikut “membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif” artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri, dan semua ini dapat dimulai dari kita semua. Sudahkan anda berkomitmen terhadap hal ini?
Sebagai informasi tambahan, kami memberikan E-book Gratis 6 Cara Mendisiplinkan Anak yang dapat anda pelajari agar kita semua dapat memaksimalkan pendidikan karakter di negara kita dan ikut menciptakan kehidupan yang lebih baik serta mewarisikan hal terindah bagi anak cucu kita.

Learning wit E-book

Learning with E-book


E-book atau electronic book (atau juga digital book) adalah evolusi dari buku cetak yang biasa kita baca sehari-hari. Dibandingkan dengan pendahulunya, e-book menawarkan berbagai macam manfaat yang memudahkan kita menimba ilmu dan menambah wawasan. E-book adalah buku elektronik yang bisa disimpan dengan mudah di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori sebesar 1 GB sekalipun bisa memuat ratusan e-book. Jika kita punya ratusan buku cetak, sudah pasti kita butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.
E-book kini sudah semakin mudah didapat dan diakses. Apalagi untuk keperluan pendidikan. E-book adalah buku yang dipublikasikan dalam format digital berisi tulisan, gambar, yang dapat dibaca memalui perangkat komputer atau perangkat digital lainnya.
E-book ini biasanya merupakan salah satu format alternatif dari buku cetak. Ada banyak kelebihan e-book yang tidak dimiliki buku cetak. Buku elektronik adalah bagian dari gaya hidup modern yang didukung perangkat elektronik. Di Amerika Serikat, kehadiran e-book semakin menggeser buku cetak.


Kelebihan dan Keuntungan Membaca E-book


E-book Lebih Praktis dan Mudah Dibawa

Jika anda ingin membaca e-book dimanapun anda berada, anda cukup menyalakan perangkat elektronik anda (entah itu smartphone, tablet, atau e-book reader). Selama anda memegang perangkat elektronik itu, anda bisa membawa ratusan bahkan ribuan buku elektronik dengan mudah. E-book adalah buku digital sehingga tidak memerlukan wadah penyimpanan dalam bentuk fisik.

E-book Ramah Lingkungan

Buku cetak bisa menghabiskan banyak sekali pohon yang kita perlukan untuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Jika semua pohon habis ditebang untuk membuat buku cetak, tentunya kita sendiri akan merugi. Sebaliknya, e-book tidak memerlukan pohon karena bentukya digital. E-book bisa disalin sebanyak yang Anda suka hanya dengan mengklik tombol “copy” di perangkat elektronik. Sementara itu, pencetak buku membutuhkan ratusan lembar kertas hanya untuk membuat satu salinan buku.

E-book Tahan Lama

E-book adalah buku yang tahan lama atau bahkan abadi (everlasting). Ia tak akan mudah rusak dimakan usia. Berbeda dengan buku cetak yang makin lama akan makin menguning dan rusak. Selama data kita tidak terserang virus, dan hal ini bisa dicegah dengan penggunaan computer yang hati-hati dan pemasangan software anti virus, maka e-book kita akan tetap bagus kondisinya meski usianya sudah puluhan tahun. Bandingkan dengan buku, yang mudah rusak, sobek, hilang, tulisannya pudar dan berjamur bila usia buku sudah tahunan.

Learning with E-book

Anda bisa membaca e-book dimanapun anda berada, tak butuh lagi tas besar untuk membawa beberapa buku atau rak buku berderet-deret untuk menyimpan koleksi buku anda


E-book Lebih Simple

E-book dinilai lebih simple untuk dibawa dan disimpan, dibandingkan dengan buku cetak. Dengan format e-book, anda tak butuh lagi tas besar untuk membawa beberapa buku atau rak buku berderet-deret untuk menyimpan koleksi buku anda. Anda hanya butuh e-book readers untuk membawa atau menyimpan buku-buku anda.

E-book Lebih Murah

Ebook tidak perlu proses pencetakan hingga penerbitan yang memakan banyak biaya, sehingga e-book bisa menjadi lebih murah daripada buku cetak. Selain itu ada beberapa e-book yang kami memberikan secara gratis.

E-book Lebih Portable

Asalkan ada hardware yang kompatibel untuk mengoperasikan ebook yang berekstensi .pdf dan .exe ini, mau dimanapun dan kapanpun juga kita akan tetap bisa menikmati bacaan di dalam e-book dengan nyaman. Apa hardware yang dimaksud? Laptop bisa. Tablet bisa. Handphone jenis tertentu juga bisa. Sangat portable bukan?

Learning with E-book

E-book dinilai lebih simple untuk dibawa dan disimpan, dibandingkan dengan buku cetak. Anda hanya butuh e-book readers untuk membawa atau menyimpan buku-buku anda.



10 Alasan Utama Mengapa Harus Beralih ke E-book

  1. Memiliki e-book membuat kita menghemat tempat dan waktu. Tempat dimana kita menyimpan koleksi buku kita. Sedang waktu, kita tak perlu menyimpan buku-buku karena khawatir harus beli yang baru bila koleksi buku kita hilang.
  2. Jika kita suka menandai hal-hal yang penting dalam buku tetapi takut merusak atau membuat jelek buku karena coretan, maka alat baca ebook memungkinkan kita menandai hal-hal penting di dalam ebook tanpa takut membuatnya jelek karena coretan.
  3. Jika penerbit menjual satu juta copy dengan 250 halaman per copynya untuk satu judul buku. Itu berarti diperlukan 12.000 pohon hanya untuk memproduksi satu judul buku saja (sumber: “How to Go Green: Books” by Cindy Katz and Jennifer Wilkov). Itu artinya kita punya andil dalam perusakan lingkungan, bila membaca buku.
  4. Jika Anda merasa ukuran huruf di dalam e-book terlalu kecil, maka alat baca e-book memungkinkan kita untuk megubah ukuran huruf dengan mudah. Sehingga tidak ada kendala karena ukuran huruf.
  5. Dengan alat baca e-book kita bisa berlangganan koran atau majalah secara online. Jadi tidak perlu menunggu loper koran mengantar ke rumah kita.
  6. Kita tidak perlu repot-repot pergi ke toko buku karena kita tinggal mendownload e-book secara online dari rumah. Hal ini menghemat waktu untuk belanja dan mencari-cari buku di rak-rak toko buku.
  7. Tidak akan pernah kehabisan stok. Karena e-book tersedia dalam bentuk digital, sehingga akan selalu tersedia sepanjang waktu.
  8. Alat baca e-book tidak memerlukan lampu penerangan saat membaca e-book. Karena displaynya sudah mampu menerangi, sehingga kita bisa menghemat energi listrik.
  9. Mengenai ukuran dan capacity file, e-book memerlukan file yang kecil sehingga dengan alat e-book yang kecil bisa menampung ribuan ebook. Bayangkan bagaimana mudahnya sekolah karena kita cukup membawa alat sebesar novel yang mampu menyimpan ribuan e-book.
  10. Kita bisa menghemat uang. E-book tentu saja harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan buku. Karena tidak memerlukan sumber daya dan biaya produksi yang besar.

Senin, 19 Agustus 2013

Sponsor 8.6

SPONSOR KAMI....

Your image is loading...

MARI BERKARYA UNTUK MEMBANGUN BANGSA....

Minggu, 18 Agustus 2013

Ucapan Kami...

SELAMAT HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
YANG KE 68....
MAJULAH BANGSAKU..... BEBAS KORUPSI,PENJAHAT,PERAMPOK,....

Negeriku.... Negeri Indonesia...

Jumat, 02 Agustus 2013

Temui Mobil Satelit tvOne, Sampaikan Kabar Mudik Anda Bagi Keluarga!

Temui Mobil Satelit tvOne, Sampaikan Kabar Mudik Anda Bagi Keluarga!

Rabu, 31 Juli 2013 13:46 WIB



Jakarta, (tvOne).
tvOne melepas tim arus mudik guna memantau jalur mudik di beberapa kota di Indonesia pada Rabu (31/7) pagi.
Kami akan memberikan suguhan yang berbeda bagi pemirsa di rumah dan pemudik. tvOne tak hanya mengerahkan tim lapangan untuk memantau arus mudik, tetapi juga menggunakan kamera multirator yang dapat memantau arus kendaraan dari udara.
Tak hanya itu, tvOne juga memberikan kesempatan bagi pemudik yang bertemu dengan tim SNG tvOne di lapangan dapat memberikan salam sapa secara langsung bagi keluarga di rumah untuk memberikan kabar keberadaan anda selama di perjalanan.