Pages

Rabu, 31 Juli 2013

Ucapan Hari Raya Idhul Fitri 1434 H

KELAS VII.6

 Mohon Maaf Lahir Dan Bathin.....

Usai Berenang, Otak Gadis Berusia 12 Tahun dimakan parasit....

Usai Berenang, Otak Gadis Berusia 12 Tahun Dimakan Parasit

Prins David Saut - detikNews
Foto: Ilustrasi Taman Air Willow Springs Arkansas (news.com.au)
Jakarta - Sehari setelah bermain di Taman Air Willow Springs, Arkansas, Kali Hardig dilarikan ke rumah sakit. Gadis kecil berusia 12 tahun ini mengalami meningitis karena parasit di otaknya.

Ternyata parasit berjenis amuba tersebut adalah parasit pemakan otak yang bisa ditemukan di perairan hangat. Meningitis yang disebabkan oleh parasit bernama Naegleria fowleri ini sangat jarang terjadi.

Kali mengalami demam dan muntah-muntah sehari setelah berenang di taman air tersebut. Ibunya, Hardig Kristen, khawatir setelah melihat bola mata anaknya tampak seperti berputar-putar.

"Aku tidak bisa menurunkan demamnya dan dia mulai muntah. Dia mengatakan kepalanya sangat sakit lalu menangis. Dia melihat saya dan matanya tampak berguling," kata Hardig seperti yang dikutip oleh news.com.au, Selasa (30/7/2013).

Kali dilarikan ke rumah sakit dan mengalami kondisi koma. Peristiwa ini menarik perhatian Departemen Kesehatan Arkansas, yang menyebutkan penderita penyakit ini hanya memiliki kesempatan hidup yang tipis.

"Naegleria fowleri tidak menular antara manusia dan biasanya masuk melalui hidung manusia saat berada di dalam air," ujar departemen kesehatan tersebut.

Begitu pula dengan pihak pengelola Taman Air Willow Springs yang kemudian menutup tempatnya sejak kasus ini muncul. Pengelola menghindari jatuhnya korban lain. Sementara Kali masih berjuang melawan parasit pemakan otak di Rumah Sakit Anak Little Rock, Arkansas.



(vid/ahy)

Koperasi Menggerakkan Ekonomi Rakyat .

Advertorial - detikNews
Jakarta - Pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-66 yang dipusatkan di Mataram, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, (12/7), yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan apresiasi terhadap perkembangan perkoperasian di Indonesia yang mengalami kemajuan pesat.

“Saya telah melihat perkembangan pesat perkoperasian di Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah. Konsep Ketua Umum Dekopin, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan gubernur, serta para bupati/wali kota, yang dikaitkan dengan kesaksian di lapangan, memang menunjukkan kemajuan yang berarti. Apa yang dilakukan semua unsur penggerak koperasi dan UKM sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam aspek pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kehidupan masyarakat. Saudara adalah pahlawan, jadi teruslah berjuang untuk mengembangkan perkoperasian di negara kita," kata Presiden.

Dari berbagai upaya yang telah dilakukan semua unsur penggerak perkoperasian, maka dapat disimpulkan bahwa koperasi sangat penting, dan apa yang telah dibangun oleh Bapak Hatta selaku Bapak Koperasi patut diteruskan dari masa ke masa. Karena, lanjut Presiden, koperasi telah terbukti mampu menggerakkan ekonomi hingga tumbuh secara berkeadilan dan merata.

"Inilah kesimpulan penting dan kita semua menyaksikan bahwa peran koperasi menjadi semakin penting di era globalisasi ini. Mengapa demikian, karena dalam ekonomi modern, koperasi memberikan peluang kepada negara-negara yang berkembang untuk maju," tutur Presiden.

Meningkat

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menjelaskan, jumlah koperasi Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3,35% dari 194.295 unit koperasi pada akhir Tahun 2012 menjadi 200.808 unit koperasi. Jumlah anggota meningkat 2,40% dari 33.869.439 orang menjadi 34.685.145 orang, sementara jumlah volume usaha meningkat 12,09% yang semula Rp 102,8 triliun menjadi Rp 115,2 triliun.

"Pada 2009, jumlah koperasi Indonesia masih tercatat sebanyak 170.411, sedangkan pertumbuhannya sampai Juni 2013 sangat mengejutkan, karena sudah berhasil melampaui target 2014,”paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, salah satu implementasi permintaan dari Presiden SBY pada Harkopnas 2011 adalah dengan telah disahkannya Undang-undang (UU) Nomor 17/2012 tentang Perkoperasian pada 29 Oktober 2012. UU ini mampu memberikan kemudahan serta kreativitas untuk mendorong pertumbuhan koperasi.

Harapan ke depan, lanjut Syarief, pada 2014 Indonesia bisa menempatkan tiga unit koperasi-nya menjadi skala besar atau internasional. Melihat perkembangan jumlah koperasi tersebut, Syarief Hasan optimistis bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Harkopnas ke 66 Tahun 2013 yang mengambil Tema “Sejahtera Bersama Koperasi” tersebut, mengandung semangat bahwa seluruh penggiat koperasi bertekad menjadikan koperasi kuat kelembagaannya, sehat usahanya, mandiri dalam pengambilan keputusannya dan tangguh dalam menghadapi pesaing usahanya, sehingga koperasi akan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Penghargaan

Untuk memberikan apresiasi kepada Pengurus Koperasi, Pejabat, Tokoh Masyarakat, Penggiat Koperasi yang telah menunjukkan dedikasi dan perhatiannya dalam meningkatkan perkoperasian di wilayahnya, Menteri Koperasi dan UKM menyematkan penghargaan kepada 99 Penerima Penghargaan Koperasi Berprestasi, 118 Penerima Penghargaan Bakti Koperasi, yang secara simbolis disampaikan kepada 10 Koperasi Berprestasi/Penerima Award dan 5 orang Penerima Bakti Koperasi. Selanjutnya Presiden SBY juga menyematkan 7 orang Penerima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan dan Satya Lencana Wira Karya Koperasi mewakili 35 Penerima Penghargaan yang diterima oleh Gubernur, Bupati, Walikota dan unsur Gerakan Koperasi dan Pemangku Kepentingan yang telah berjasa dalam membangun perkoperasian di daerahnya masing-masing.

Dalam rangka membantu permodalan Koperasi dan UMKM telah dilakukan penyerahan secara simbolis kepada 8 Debitur KUR dari 8 Bank Pelaksana yakni: Bank Pembangunan Daerah NTB, BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSM, BNI Syariah dan Bank Bukopin, serta dua orang Penerima Pinjaman Pembiayaan dari Dirut LPDB.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman antara 6 (enam) Menteri yakni, Menteri Agama, Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM dan Menteri Dalam Negeri tentang Program Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Pondok Pesantren dan Koperasi Pondok Pesantren, yang dikoordinasikan oleh Menteri Koordintor Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Sementara itu, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mengusulkan Presiden SBY agar ditetapkan sebagai Bapak Kebangkitan Koperasi di Indonesia karena telah mampu memajukan koperasi di Tanah Air. "Sudah sewajarnya Dekopin mengusulkan untuk menetapkan penganugerahan gelar Bapak Kebangkitan Koperasi Indonesia," kata Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid. Dia mengatakan Dekopin telah meminta pemerintah melalui Menteri Koperasi dan UKM untuk menetapkan penganugerahan Bapak Kebangkitan Koperasi Indonesia itu pada Harkopnas ke-67, di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.


sumber kutipan :  http://news.detik.com/read/2013/07/27/010002/2315692/727/koperasi-menggerakkan-ekonomi-rakyat?9922022

5 Aplikasi Pendidikan Terbaik di OS Android

5 Aplikasi Pendidikan Terbaik di OS Android


Tak hanya aplikasi yang bersifat entertaining yang ada di OS Android. Namun aplikasi pendidikan yang edukatif pun tersedia di Android dan siap Anda unduh.
Pada artikel ini, Paseban menghadirkan lima aplikasi pendidikan yang sangat sayang sekali jika tidak Anda manfaatkan.
What’s different
Whats’s different merupakan sebuah game pendidikan yang sederhana tetapi begitu cerdik. Anak-anak Anda pasti akan sangat menyukainya. Aplikasi pendidikan ini diperuntukkan bagi anak-anak mulai dari usia 3 tahun. Ketika Anda memainkan game ini, Anda akan melihat empat obyek, tiga dari mereka saling terhubung dan yang satunya lagi berbeda. Anda tinggal menyentuh gambar yang berbeda tersebut untuk melanjutkan permainan. Aplikasi ini dirancang untuk membantu sistem berpikir anak, dan tentunya sangat dianjurkan bagi anak-anak yang sedang belajar berbicara.
Math Maniac
Math Maniac merupakan aplikasi pendidikan khusus orang-orang yang menyukai tantangan dalam mata pelajaran matematika. Keterampilan menghitung dan mental Anda akan ditantang melalui aplikasi ini. Aplikasi ini dapat Anda unduh di Android Market. Permainan Math Maniac ini cukup sederhana, Anda hanya perlu menggabungkan angka untuk menambahkan nomor yang ditampilkan di sudut kiri bagian bawah, dengan waktu penjumlahan sekitar 10 detik. Sebelum Anda memulai, pilihlah mode easy atau hard, tergantung dari kecepatan otak dan kepercayaan diri Anda.
Kids Shape Puzzle
Aplikasi ini telah dioptimalkan untuk ponsel dan tablet. Kids Shape Puzzle ini tersedia dalam versi Lite yang berisi 20 teka-teki untuk Anda coba sebelum Anda membeli versi lengkapnya. Aplikasi ini bersifat “edugame”, artinya menghibur tetapi juga mendidik anak-anak Anda yang berusia pra sekolah.
Pada aplikasi ini, anak-anak akan melihat gambar dengan kategori hewan, makanan, transportasi, angka geometris, bilangan, huruf dan lain-lain. Kemudian Anda atau anak Anda harus menggeser dan snap potongan puzzle yang berwarna-warni ke dalam tempat untuk mengungkapkan citra yang menyenangkan.
Setelah anak Anda menyelesaikan teka-teki, suara seorang penyiar wanita akan mengucapkan selamat karena mereka telah menyelesaikannya dengan sangat baik. Setiap bagian dirancang dengan tujuan agar anak-anak menikmati waktu mereka dengan sangat menyenangkan. Sehingga mereka ingin terus belajar.
Permainan hadir dengan 90 teka-teki untuk anak-anak yang menyenangkan, aplikasi ini juga memiliki grafik warna-warni, seperti badak, rubah, sekelompok pisang, kue ulang tahun, helikopter dan istana.
Aplikasi Kids Shape Puzzle membantu anak-anak membangun dan mempraktekkan keterampilan kognitif, keterampilan spasial visual, bentuk pengakuan, serta keterampilan motorik taktil yang halus. Anda bisa mengunduhnya dengan gratis di Android Market.
Shapes
Aplikasi ini mengajarkan balita /prasekolah menggunakan flashcards dengan bentuk yang akan mendidik! Hitam, hijau, merah, biru adalah warna flashcards yang akan membantu anak Anda belajar warna dengan menunjukkan blok warna besar di salah satu sisi kartu dan gambar dari sebuah objek di sisi lain dari kartu.
Kids Numbers and Math Lite
Aplikasi ini merupakan sebuah sarana yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar angka dan membangun keterampilan matematika dasar. Bukankah suatu hal yang baik jika ada permainan sederhana untuk anak-anak prasekolah yang memberikan sarana pembelajaran nomor dan keterampilan dasar matematika yang menyenangkan?
Dengan aplikasi ini, anak Anda dapat belajar angka, memilih jumlah max/min, pengurangan, menemukan keselarasan dan sarana berlatih yang canggih tentunya
sumber  : paseban.com

Selasa, 30 Juli 2013

Spanduk dan Baliho Liar bisa sebabkan listrik padam


SURABAYA, KOMPAS.com — Menjamurnya baliho dan spanduk calon gubernur dan wakil gubernur serta calon anggota legislatif di tiang jaringan listrik akhir-akhir ini dikhawatirkan menjadi penyebab pemadaman tak terduga.

Karena itu, PT PLN (Persero) Distribusi Jatim mengimbau semua pihak untuk tidak lagi meletakkan baliho dan spanduk di tiang jaringan listrik. ''Sebanyak 3.500 petugas kami siagakan 24 jam untuk memantau dan menertibkan spanduk dan baliho tersebut,'' kata Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Area Jatim, Noerdjanto, Selasa (30/7/2013).

10 Naskah dan Kode Paling Misterius Di Dunia

10 Naskah dan Kode Paling Misterius di Dunia

  • Senin, 29 Juli 2013 | 23:24 WIB
Sinyal Wow | Wikimedia Commons


KOMPAS.com — Sejarah meninggalkan naskah, kode, dan sinyal dengan beragam makna. Beberapa berhasil diungkap maknanya oleh manusia, tetapi banyak juga yang masih misterius. Inilah 10 naskah dan kode paling misterius yang belum berhasil diuraikan maknanya seperti disusun Mother Nature Network.

Senin, 29 Juli 2013

Kurikulum 2013, Jadikan Siswa/i Lebih Aktif

Kurikulum 2013 Jadikan Siswa Lebih Aktif

07/29/2013 (All day)
Manado -- Kepala Sekolah SD Kristen 02 Manado, Sulawesi Utara, Jooke M Lendo, menyatakan kurikulum 2013 mengubah pola pikir para guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.  Ia mengatakan, para siswa menjadi lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Sebelumnya, kata Jooke, dirinya sering membaca tentang pembelajaran tematik terpadu melalui internet. Menurutnya model tersebut tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. Hanya saja pada pola tematik terpadu ini para siswa menjadi lebih aktif.

Kurikulum 2013 sangat menyenangkan....

Kurikulum 2013 Sangat Menyenangkan

07/29/2013 (All day)
Manado -- Olga, guru kelas 1 SD Kristen Tabita 02 Manado, Sulawesi Utara menceritakan pengalaman mengajarnya dengan kurikulum 2013. "Kurikulum 2013 sangat menyenangkan, selama seminggu ini terlihat adanya interaksi antara guru dengan murid dan murid dengan murid yang lebih aktif," tutur Olga kepada tim kemdikbud.go.id, Kamis (25/7).
Olga mengatakan, selama seminggu ini para siswa semakin aktif serta gembira. Tidak terlihat beban saat belajar, apalagi ketika guru mengajukan pertanyaan, mereka merespon dengan baik. "Jawaban mereka terus berkembang, bahkan di antara siswa terjadi interaksi yang sangat menyenangkan," katanya.
Dengan pola pembelajaran yang terfokus untuk mengamati, menanya, menalar dan mencoba, kata Dia, siswa menjadi termotivasi untuk aktif. Untuk anak yang tidak aktif, lanjutnya, Ia memotivasi agar mereka aktif. "Kadang kalau sudah mulai bosan, saya minta mereka menyanyi lagu-lagu yang berhubungan dengan tema pembelajaran,” tuturnya.

Daftar Pengurus Kelas VIII.6

STRUKTUR KELAS 8.6 SMP YMIK JOGLO JAKARTA BARAT
                 TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014

http://www.sch-id.net/admin/galeri/f3411_STRUKTUR.png

INFORMASI PENTING UNTUK ADMIN!!!!

Bagi Kelas VIII.6 yang mau ikut menjadi Admin website delapanenam.net bisa kirimkan :
1. Foto FB 
2. Nama Twitter/FB
3. Kirim ke ; teguhputrafirman@yahoo.com

E-mail delapanenam sedang bermasalah, jadi sementara bisa kirim ke e-mail saya. tk

Minggu, 28 Juli 2013

Menuju Data Pendidikan yang komprehensif

Menuju Data Pendidikan yang Komprehensif

Ir. Drs. Nono Adya, MM.,MT Arch., Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional;yang menguasai data dan informasi, akan menguasai dunia.
Yogyakarta (Dikdas): Workshop Sosialisasi Sistem Pendataan Pendidikan Dasar yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Nasional merupakan langkah maju untuk menerapkan sebuah sistem pendataan yang bisa menghasilkan data pendidikan yang komprehensif.
Hal itu tergambar dalam paparan Ir. Drs. Nono Adya, MM.,MT Arch., Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional, ketika menyampaikan paparannya tentang Kebijakan Sistem Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, di Aula Hotel Saphir, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis malam kemarin (21/07).

Dalam kesempatan itu, Nono Adya menyampaikan tentang bagaimana memperoleh data individual, baik untuk siswa, guru dan sekolah.

Dewan Pendidikan Harus Jamin Kesejateraan Pedagogis Peserta Didik

Dewan Pendidikan Harus Jamin Kesejahteraan Pedagogis Peserta Didik

Dr. Bambang Indriyanto, Sekretaris Ditjen Dikdas Kemdiknas.
Lampung Tengah (Dikdas): Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah memiliki dua peran utama, yaitu alignment dan mainstreaming. Peran alignment yaitu penyelarasan langkah antara Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dengan kebijakan nasional. Sementara peran mainstreaming yakni menjadikan kebijakan sebagai program yang meluas ke seluruh Indonesia.

“Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah harus menjamin perluasan program-program dan kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat ke seluruh Indonesia,” ujar Dr. Bambang Indriyanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional di Lampung Tengah, Rabu (27/7) siang. Bambang Indriyanto berkata demikian saat menjadi pembicara dalam seminar pendidikan yang dihadiri sekitar 1.600 peserta  Kepala SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat, serta Komite Sekolah se-Kabupaten Lampung Tengah. Acara berlangsung di gedung Sesat Agung, Lampung Tengah, Lampung.
   
Hasil akhir yang dilakukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, tambah Bambang Indriyanto, adalah semua upaya untuk menjamin kesejahteraan pedagogis tiap peserta didik tanpa diskriminatif. “Kesejahteraan pedagogis adalah upaya untuk memfasilitasi dan mengembangkan minat dan bakat anak,” ujarnya. 

Tak ada suatu landasan filosofi pendidikan yang boleh membengkokkan minat dan bakat anak. “Semua peran guru, kepala sekolah, Dewan  Pendidikan, dan Komite Sekolah hanya boleh dan dinyatakan halal kalau memfasilitasi dan mengembangkan minat dan bakat anak,” tegas Bambang Indriyanto.

Anak, nilai Bambang Indriyanto, hendaknya dipandang sebagai aset, bukan pelanggan pendidikan. Jika anak dipandang sebagai pelanggan pendidikan, maka kualitas layanan pendidikan ditentukan pada sejauh mana anak tersebut mampu membayar. “Karena pelanggan itu hubungan antara penjual dan pembali,” jelasnya. Dengan memandang anak sebagai aset, apapun latar belakangnya, perlakuan terhadap mereka tidak akan diskriminatif.

Seminar pendidikan digelar usai pelantikan pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah. Pelantikan dilakukan oleh Bupati A. Pairin, S.Sos. Selain dihadiri kepala sekolah semua jenjang pendidikan se-Kabupaten Lampung Tengah, acara juga dihadiri kepala dinas pendidikan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan jajaran aparatur pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah.* (Billy Antoro)

Foto terkait:

Yuk! Dukung Permendiknas Larangan Pungutan Sekolah

Yuk! Dukung Permendiknas Larangan Pungutan Sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional bakal mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tentang Larangan Pungutan Sekolah. Permendiknas tersebut merupakan jawaban atas keresahan masyarakat menyangkut tetap maraknya pungutan yang dilakukan sekolah kepada orang tua murid.
Pungutan tetap dilakukan kendati pemerintah telah menggelontorkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna mencukupi kebutuhan pengeluaran sekolah. Koalisi Pendidikan menyambut baik rencana Kemendiknas tersebut.

Alasannya, Permendiknas diyakini dapat menekan maraknya pungutan yang mengatasnamakan ragam kebutuhan sekolah. Koordinator Koalisi Pendidikan, Lody Pa’at, mengatakan, selain akan membantu rakyat miskin untuk menyekolahkan anak-anaknya, Permendiknas tersebut dinilai mampu menjadi alat tekan kepada sekolah agar tidak mencari-cari alasan membuat pungutan.

"Makanya kita harus support penuh permendiknas ini, aturan yang sangat baik," ujar Lody melalui sambungan telepon kepada Republika, Selasa (2/8).

Kendati demikian, Lody melanjutkan, pengawasan orang tua murid dan guru di sekolah menjadi faktor paling penting dalam memberantas pungutan sekolah. Tanpa pengawasan yang baik, maka Permendiknas akan sulit diimplementasikan. "Kalau tidak dikontrol, tidak diawasi, ya percuma," katanya mengingatkan.

Dia menambahkan, aspek kemauan para guru untuk turut mengawasi pungutan sekolah adalah kunci utama penegakkan aturan. Bila para guru sudah bisa membuktikan keberpihakan mereka terhadap rakyat miskin, maka segala macam jenis pungutan sekolah tidak akan terjadi.

"Tapi sayangnya pungutan sekolah ini juga ada yang dilakukan oleh oknum guru," ucap Lody. Karena itu, Lody menyatakan, masalah peningkatan kesejahteraan guru harus juga menjadi perhatian pemerintah guna meminimalisasi pungutan.

"Khususnya guru yang berada di daerah, tunjangan kesejahteraannya haruslah diperhatikan," kata Lody.

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: C24
Repro:http://www.republika.co.id (Selasa, 02 Agustus 2011 17:47 WIB)

Indonesia Juara Umum APSSO ke-5

Indonesia Juara Umum APSSO ke-5

Agus Firmansyah, Ketua Delegasi Indonesia di APSSO 2011.
Yogyakarta (Dikdas): Kendati belum diumumkan secara resmi, Indonesia memastikan diri sebagai juara umum dalam 5th ASEAN Primary School Sports Olympiad (APSSO). Hal demikian ditegaskan Ketua Delegasi Indonesia Agus Firmansyah di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Kamis malam (13/10).

Dalam pertemuan antara Kementerian Pendidikan Nasional yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dr. Bambang Indriyanto dengan peserta, pelatih, pendamping, dan official APSSO Indonesia, Agus Firmansyah mengungkapkan Indonesia hingga akhir pertandingan berhasil meraih sembilan emas, 14 perak, dan 13 perunggu. “Dari perolehan tersebut, urutan Indonesia yang pertama,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.       

Dari perolehan tersebut, cabang atletik memborong seluruh medali dari empat nomor yang dilombakan dengan empat emas, empat perak, dan empat perunggu. Cabang bulu tangkis menyumbang dua emas, empat perak, dan satu perunggu. Catur tiga emas, empat perak, dan empat perunggu. Tenis meja satu perak dan empat perunggu. Sepak bola satu perak.    

Delegasi Indonesia, ungkap Agus Firmansyah, didukung 144 orang. Mereka terdiri dari 82 atlet, 14 pelatih, 31 pendamping, dan 17 official. “Atletik atletnya 16 orang, bulu tangkis 12 orang, catur 12 orang, sepak bola 30 orang, dan tenis meja 12 orang,” jelasnya. 

Sebelum melenggang ke laga APSSO, para atlet menjalani pemusatan latihan (Training Center) di Yogyakarta sejak 26 September 2011. Di TC ini atlet dilatih dan dibina terutama dalam hal kerjasama kelompok dan kekuatan mental.* (Billy Antoro

Aplikasi Dapodik Perlu Dilestarikan dan Didukung Bersama

Aplikasi Dapodik Perlu Dilestarikan dan Didukung Bersama

Kesuksesan program Dapodik butuh dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
Bandung (Dikdas): Aplikasi Data Pokok Pendidikan 2013 merupakan kelanjutan dari sistem penjaringan data yang dimiliki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia satu-satunya sistem yang direkomendasikan oleh Kemdikbud yang melibatkan unit-unit utama di lingkungan Kemdikbud sebagaimana amanat Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan.

“Sehingga ini perlu kita lestarikan dan suppport bersama,” ujar Supriyatno, S.Pd., M.A., Kasubag Data dan Informasi Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar di Bandung, Senin malam, 22 Juli 2013.

Data tersebut, lanjut Supriyatno, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. “Data ini tak sekadar dimanfaatkan di tingkat Pusat, tapi juga Provinsi, Kabupaten/Kota, dan sekolah,” tegasnya.    

Dengan memanfaatkan data yang tersimpan dalam Dapodik, operator Dapodik di Provinsi dan Kabupaten/Kota juga dapat menyusun profil pendidikan di daerah masing-masing.* (Billy Antoro)
 

Mendikbud : Unpad penerima bidikmisi terbanyak untuk Fakultas Kedokteran

Mendikbud: Unpad Penerima Bidikmisi Terbanyak untuk Fakultas Kedokteran

07/26/2013 (All day)
Jatinangor --- Untuk pertama kalinya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melakukan kunjungan kerja ke Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Jawa Barat. Kunjungan kerja Mendikbud diawali dengan berkeliling Kampus Unpad Jatinangor dengan menaiki odong-odong kampus. Usai berkeliling, Mendikbud menjadi khatib sholat Jumat berjamaah di gedung Rektorat Unpad, dan diakhiri dengan berdialog dengan mahasiswa penerima Bidikmisi.
Dalam penjelasan singkatnya, Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan ada 36 mahasiswa penerima Bidikmisi yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Unpad. Jumlah itu merupakan jumlah tertinggi Bidikmisi untuk program studi Kedokteran dibanding perguruan tinggi lain. Hal tersebut diakui Mendikbud. "Satu-satunya FK di Indonesia yang paling banyak nerima bidikmisi di Unpad," ujar Mendikbud saat berdialog dengan mahasiswa Bidikmisi Unpad di Gedung Rektorat Unpad, Jumat siang, (26/7).
Mantan Menkominfo tersebut mengaku sangat terkesan dengan Kampus Unpad Jatinangor. Ia mengaku, ada tiga hal positif yang diamatinya saat pertama kali mengunjungi kampus tersebut. Pertama, ia mengakui kebersihan kampus sangat baik. "Saya kira the best one," pujinya yang diikuti tepuk tangan civitas akademika Unpad yang hadir. Kedua, ia melihat para mahasiswa banyak yang berkumpul di tempat-tempat terbuka. "Artinya atmosfer akademiknya bagus," katanya. Ketiga, ia memerhatikan adanya kerapihan manajemen dan keramahan sosial di Kampus Unpad Jatinangor.
Dalam dialog dengan mahasiswa penerima Bidikmisi, Mendikbud terbuka menerima pertanyaan dan masukan dari para mahasiswa. Salah satunya dari Dede Rohimah, mahasiswa penerima Bidikmisi yang saat ini berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi. Dede menanyakan status program profesi untuk program studi kedokteran dan kedokteran gigi. "Karena Bidikmisi perjanjiannya sampai sarjana," katanya. Mendikbud menjelaskan, saat ini memang anggaran Bidikmisi hanya untuk sampai program sarjana. Namun untuk ke depannya akan dianggarkan juga hingga untuk program profesi bagi sarjana kedokteran maupun sarjana kedokteran gigi. "Karena belum bisa memotong rantai kemiskinan karena belum praktik," jelasnya.
Mendikbud juga memberikan beasiswa S2 kepada mahasiswa Bidikmisi Unpad yang telah menyelesaikan program sarjananya dalam jangka waktu tiga tahun. Dhini, mahasiswa Jurusan Sejarah Unpad yang terdaftar sebagai penerima Bidikmisi pada tahun 2010, baru saja lulus pada Juli 2013 lalu. Mendikbud pun meminta Rektor Unpad untuk memberikan beasiswa S2 kepadanya sebagai bentuk apresiasi telah menyelesaikan program sarjana lebih cepat. (DM)