Jatinangor
--- Untuk pertama kalinya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad
Nuh melakukan kunjungan kerja ke Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad)
di Jatinangor, Jawa Barat. Kunjungan kerja Mendikbud diawali dengan
berkeliling Kampus Unpad Jatinangor dengan menaiki odong-odong kampus.
Usai berkeliling, Mendikbud menjadi khatib sholat Jumat berjamaah di
gedung Rektorat Unpad, dan diakhiri dengan berdialog dengan mahasiswa
penerima Bidikmisi.
Dalam penjelasan singkatnya, Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan
ada 36 mahasiswa penerima Bidikmisi yang berkuliah di Fakultas
Kedokteran Unpad. Jumlah itu merupakan jumlah tertinggi Bidikmisi untuk
program studi Kedokteran dibanding perguruan tinggi lain. Hal tersebut
diakui Mendikbud. "Satu-satunya FK di Indonesia yang paling banyak
nerima bidikmisi di Unpad," ujar Mendikbud saat berdialog dengan
mahasiswa Bidikmisi Unpad di Gedung Rektorat Unpad, Jumat siang, (26/7).
Mantan Menkominfo tersebut mengaku sangat terkesan dengan Kampus
Unpad Jatinangor. Ia mengaku, ada tiga hal positif yang diamatinya saat
pertama kali mengunjungi kampus tersebut. Pertama, ia mengakui
kebersihan kampus sangat baik. "Saya kira
the best one,"
pujinya yang diikuti tepuk tangan civitas akademika Unpad yang hadir.
Kedua, ia melihat para mahasiswa banyak yang berkumpul di tempat-tempat
terbuka. "Artinya atmosfer akademiknya bagus," katanya. Ketiga, ia
memerhatikan adanya kerapihan manajemen dan keramahan sosial di Kampus
Unpad Jatinangor.
Dalam dialog dengan mahasiswa penerima Bidikmisi, Mendikbud terbuka
menerima pertanyaan dan masukan dari para mahasiswa. Salah satunya dari
Dede Rohimah, mahasiswa penerima Bidikmisi yang saat ini berkuliah di
Fakultas Kedokteran Gigi. Dede menanyakan status program profesi untuk
program studi kedokteran dan kedokteran gigi. "Karena Bidikmisi
perjanjiannya sampai sarjana," katanya. Mendikbud menjelaskan, saat ini
memang anggaran Bidikmisi hanya untuk sampai program sarjana. Namun
untuk ke depannya akan dianggarkan juga hingga untuk program profesi
bagi sarjana kedokteran maupun sarjana kedokteran gigi. "Karena belum
bisa memotong rantai kemiskinan karena belum praktik," jelasnya.
Mendikbud juga memberikan beasiswa S2 kepada mahasiswa Bidikmisi
Unpad yang telah menyelesaikan program sarjananya dalam jangka waktu
tiga tahun. Dhini, mahasiswa Jurusan Sejarah Unpad yang terdaftar
sebagai penerima Bidikmisi pada tahun 2010, baru saja lulus pada Juli
2013 lalu. Mendikbud pun meminta Rektor Unpad untuk memberikan beasiswa
S2 kepadanya sebagai bentuk apresiasi telah menyelesaikan program
sarjana lebih cepat. (DM)