-
Jumat, 21 Juni 2013 | 18:14 WIBPara pelajar Indonesia di Ritsumeikan Asia Pacific University, Beppu, Jepang, kembali akan menggelar Indonesia Week 2013, pekan depan. Tahun ini acara promosi kebudayaan paling meriah di distrik Oita itu akan mengambil tema Indonesia for Everyone.
-
Selasa, 18 Juni 2013 | 13:28 WIBPemerintah akan menambah anggaran beasiswa untuk siswa miskin di tahun ajaran 2013.
-
Selasa, 18 Juni 2013 | 11:21 WIBJumlah mahasiswa yang akan diterima melalui jalur SBMPTN 2013 hanya 90.000 mahasiswa.
-
Selasa, 18 Juni 2013 | 10:34 WIBPanitia pengawas ujian SBMPTN di Universitas Negeri Jember membantu menuliskan jawaban dua peserta yang mengalami patah tangan.
-
Selasa, 18 Juni 2013 | 10:09 WIBAda 17 orang penyandandang cacat (disabilitas) yang juga mengikuti SBMPTN 2013 untuk lokasi DKI Jakarta.
-
Selasa, 18 Juni 2013 | 09:12 WIBUjian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 lokal Jakarta diikuti oleh 44.165 peserta dari bidang IPA, IPS, dan campuran.
-
Selasa, 18 Juni 2013 | 09:08 WIBKementerian Agama menunda pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama.
-
Senin, 17 Juni 2013 | 16:38 WIBTahun 2045 masih jauh. Namun, dari sudut pembelajaran bangsa, sebenarnya momen itu merupakan tonggak di pengkolan jalan sebelah—artinya tidak jauh
-
Senin, 17 Juni 2013 | 12:32 WIBUNAS menjadi satu-satunya perwakilan PTS Indonesia di ajang pameran pendidikan internasional Association of International Educators di AS.
-
Sabtu, 15 Juni 2013 | 12:12 WIBPogram "Sabang Merauke" yang merupakan kepanjangan dari seribu anak bangsa merantau untuk kembali akhirnya akan berlangsung pada 29 Juni-14 Juli.
Pages
▼
Sabtu, 22 Juni 2013
Berita Edukasi
Jokowi Berpikir dan Bertindak seperti Soekarno...
Ahok.Org
– Politisi PDI Perjuangan Eva K Sundari menilai sosok Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo memiliki kesamaan dengan Presiden ke-1 Indonesia,
Soekarno. Kesamaan itu berdasarkan sikap dan cara bergaulnya bersama
rakyat.“Jokowi itu bukan saja paham soal Soekarno, tapi juga menjalani cara Soekarno,” kata Eva saat dihubungi pada Jumat (21/6/2013).
Jokowi, kata Eva, juga memiliki cara berpikir yang sama dengan Soekarno. Hal itu terbukti saat Jokowi mengancam membatalkan pinjaman Bank Dunia (World Bank) dalam proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau normalisasi 13 sungai sebesar Rp 1,2 triliun bila tidak ada renegosiasi terkait pinjaman tersebut.
“Berpikir dan bertindak menyatu dengan rakyat. Bung Karno itu mencintai rakyat begitu meluap sekaligus menjaga martabat, menolak bantuan World Bank karena njlimet, bikin kita kayak jongos,” ujarnya.
Sebagai catatan, Jokowi lahir pada 21 Juni 1961 di Surakarta. Hari ini, pria yang terkenal dengan hobi blusukan itu genap berusia 52 tahun.
Di tanggal yang sama, Bung Karno wafat di Jakarta pada tahun 1970. Saat itu sang proklamator berusia 69 tahun.[Kompas.com]
Senin, 17 Juni 2013
Jumat, 07 Juni 2013
Alasan Teknis Tentang Bahaya Ponsel di Pesawat
Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Jumat, 07/06/2013 13:48 WIB
Ilustrasi (Ist.)
Dijelaskan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, ponsel tidak hanya dapat mengirimkan atau menerima frekuensi radio, tetapi juga memancarkan radiasi tenaga listrik untuk menjangkau menara pemancar radio BTS yang kemampuannya sangat tergantung pada kualitas jaringan seluler tersebut.
"Dalam kondisi on, ponsel tetap dapat memancarkan sinyalnya terus menerus secara periodik meski pada jarak ketinggian tertentu. Selain itu ponsel tetap teregistrasi pada jaringannya dan akan tetap melakukan kontak dengan BTS terdekat," jelas Gatot, Jumat (7/6/2013).
Ponsel, televisi dan radio menurut otoritas penerbangan FAA dikatagorikan sebagai portable electronic devices (PED) yang berpotensi mengganggu peralatan komunikasi dan navigasi pesawat udara.
"Pasalnya, peralatan tersebut dirancang untuk mengirim dan menerima sinyal. Pada radio FM misalnya, oscilator frekuensi di dalam radio yang mendeteksi gelombang FM mengganggu secara langsung sinyal navigasi VHF pesawat udara," tambahnya.
Sehingga, ponsel yang dipakai di dalam pesawat udara tetap memiliki jangkauan transmisi.
Nah, saat pesawat terbang menambah jarak dan menjauhi BTS di darat, tenaga yang akan dihasilkan juga bertambah kuat, hingga dapat mencapai batas maksimum. Oleh karenanya, risiko adanya gangguan pun akan semakin besar.
"Apabila sistem komunikasi antara pilot di cockpit pesawat terbang dengan menara bandara terganggu, atau tidak jelas, maka komunikasi antar pesawat pun menjadi terganggu dan berpeluang mengakibatkan pilot salah membaca panel instrumen," sebut Gatot.
Bahkan, menjelang take-off dan landing justru merupakan fase kritis, karena jaringan akan menciptakan tenaga yang yang dihasilkan oleh ponsel pada tingkat tertentu karena jarak masih memadai untuk tetap tersambung dengan jaringannya.
"Mengingat fase kritis ini cukup tinggi kontribusinya terhadap berbagai kecelakaan pesawat udara, sehingga sangat wajar seandainya awak kabin selalu melarang penggunaan ponsel pada saat penumpang boarding atau sesudah pesawat landing," tandasnya.
(tyo/fyk)
INFO MEDIA
Situs Berita Terbaik di Indonesia hanya di : www.detik.com
Lengkap dengan berita-berita terbaru di Indonesia dan di Luar negeri.
Kunjungi sekarang di : www.detik.com
Situs berita ini bekerja sama dengan website kami.
Peraih website terbaik di detik.com
Sekarang jadi mudah liat berita,..... hehehe di www.detik.com

Situs Berita Terbaik di Indonesia hanya di : www.detik.com
Lengkap dengan berita-berita terbaru di Indonesia dan di Luar negeri.
Kunjungi sekarang di : www.detik.com
Situs berita ini bekerja sama dengan website kami.
Peraih website terbaik di detik.com
Sekarang jadi mudah liat berita,..... hehehe di www.detik.com

Jumat, 07/06/2013 13:28 WIB
Ahmad Redi, Peraih Doktor Hukum Tercepat dalam Sejarah FHUI
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta- Fokus! Itulah resep Ahmad
Redi (28) dalam menyelesaikan disertasi program doktoral bidang hukum di
Universitas Indonesia (UI). Dia tercatat sebagai mahasiswa tercepat
dalam menyelesaikan disertasi tercepat plus dengan nilai terbaik
(cumlaude) dalam sejarah Fakultas Hukum UI.
Pria berkacamata yang akrab disapa Redi ini mampu menyelesaikan disertasinya selama tiga tahun. Dia juga berhasil meraih nilai IPK tertinggi yakni 3,80. UI mencatat prestasi itu sebagai rekor.
"Tiap hari saya selalu menyisihkan minimal 2 jam sehari untuk menulis disertasi," ungkap Redi saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Kamis (6/6/2013).
Redi sehari-hari bertugas sebagai Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam, Deputi Bidang Perundang-undangan di Kementerian Sekretariat Negara. Di tengah kesibukannya bekerja, Redi tak patah semangat dalam menyelesaikan disertasinya.
"Saya ngerjain disertasi setelah jam kerja sampai dengan larut malam," imbuh pria kelahiran Seribandung, Ogan Komering Ilir, Sumsel, 27 Februari 1985 ini.
Redi memang berniat untuk segera menyelesaikan disertasinya dengan waktu singkat. Disertasinya dia beri judul 'Divestasi Saham di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Dalam Rangka Pelaksanaan Penanaman Modal Asing di Indonesia'.
"Bahkan saya pernah 3 hari 3 malam kagak tidur karena menulis disertasi," kenang suami Nila Anesia yang pernah menjadi mahasiswa berprestasi II FH Universitas Diponegoro 2005 ini.
Meski sibuk dengan kerjaan dan disertasinya, Redi selalu meluangkan waktu untuk anak dan istrinya setiap akhir pekan. Namun ayah dari Jeisia Niyosha Jurist Resia pun sesekali mengajak keluarga untuk 'berlibur' di perpusatakaan.
"Kalau keluarga tiap hari Minggu full seharian. Walau sering juga hari Sabtu dan Minggu anak istri saya ajak ke perpustakaan UI di Depok," tutur dia.
Redi menyelesaikan Program Sarjana di Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro, Semarang (2003-2007). Dia lalu melanjutkan pendidikannya di Program Magister FH Universitas Indonesia (2007-2009) dan terakhir di program Doktor Ilmu Hukum, FH Universitas Indonesia (2010-2013). Redi menempuh doktoralnya dengan waktu lebih cepat setahun dari rata-rata kebanyakan orang.
"Saya masih bercita-cita menjadi profesor muda bidang hukum," kata Redi berambisi.
Namun di balik kesuksesan pendidikannya di perguruan tinggi, Redi justru merasa titik awal kesuksesannya itu bermula saat dirinya mengenyam pendidikan di SMU Bina Insani, Bogor. Bahkan Redi menyebut SMU Bina Insani ibarat Kawah Chandradimuka bagi dirinya.
"Sekolah itu telah menempa saya hingga menjadi seperti ini. SMA BI telah menorehkan tinta emas dalam hidup dan kehidupan saya. Saya memulai merangkai mimpi dan cita-cita masa depan saya secara sistematis ketika saya sekolah di sana," ungkap Redi yang juga lulusan terbaik di SMU BI ini.
Redi masih memiliki mimpi. Dia ingin membentuk sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang hukum. Tujuannya tidak lain selain memberi pemahaman hukum kepada masyarakat.
"Membumikan hukum di masyarakat bawah sehingga timbul kesadaran hukum," kata Redi yang hobi bermusik ini.
Pria yang masih kental logat Palembangnya ini mencontohkan salah satunya adalah mensosialisasikan UU Perkawinan atau UU KDRT. Ketika masyarakat paham, maka tindakan untuk melawan hukum akan berkurang.
"Kita punya UU KDRT, banyak masyarakat di daerah belum mengerti, agar mereka sadar. Selain itu soal perkawinan, daftarkan agar tidak kawin siri. Gunakan bahasa yang mudah, masuk ke mereka, agar bisa mudah dimengerti," tutupnya.
Gara-gara Fans, Rencana Timnas Belanda Mencicipi Hidangan di Kota Tua Batal. Apa yang Terjadi? Ikuti reportase lengkapnya di Reportase Sore pukul 16.30 WIB di TRANS TV
(nwk/nrl)
Sumber : www.detik.com
BlackBerry Bantah BBM di Android dan iOS "Naik" 27 Juni
BlackBerry BlackBerry Messenger (BBM) akan tersedia di Android dan iOSMeskipun begitu, keakuratan dari informasi tersebut masih sedikit dipertanyakan. Alasannya, beberapa saat setelah tweet tersebut di-posting, pihak T-Mobile langsung menghapusnya.
Ditambah lagi, salah seorang perwakilan BlackBerry mengungkapkan kepada Cnet bahwa tanggal tersebut tidaklah akurat. Hingga saat ini, BlackBerry memang belum mengumumkan tanggal pasti dari kehadiran BBM untuk iOS dan Android.
"Ada laporan yang menyatakan bahwa BBM akan tersedia untuk iOS dan Android pada 27 Juni 2013, itu tidak akurat. Kami akan segera mengomunikasikan update berita secepatnya saat kami sudah mengetahui tanggal ketersediaan," tulis BlackBerry, menanggapi tweet dari T-Mobile.
Pernyataan dari BlackBerry ini tampaknya memang benar. Pasalnya, CEO BlackBerry Thorsten Hein pernah mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut baru akan dirilis pada Juli 2013.
BlackBerry sendiri sudah menyiapkan situs web khusus yang memberi informasi soal kedatangan aplikasi BBM di Android dan iOS.
Melalui situs tersebut, dengan memasukkan alamat e-mail, pengguna bisa mendapat informasi kedatangan aplikasi BBM.
Nantinya, aplikasi BBM bisa berjalan di iOS versi 6 ke atas dan Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich) ke atas. Walaupun pada awalnya fitur BBM iOS dan Android tidak akan selengkap versi BlackBerry, pengguna masih bisa memanfaatkannya untuk mengirim pesan teks, foto, voice note, dan membuat grup diskusi berisi 30 kontak.
Saat ini, BBM telah digunakan oleh 60 juta pengguna aktif bulanan. Lebih dari 51 juta orang menggunakan BBM rata-rata 90 menit per hari. Secara keseluruhan, setiap harinya ada 10 miliar pesan yang dikirim dan diterima pelanggan BBM. BlackBerry mengklaim jumlah ini dua kali lebih banyak dari pesan yang dikirim dan diterima aplikasi instan lainnya.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
BlackBerry 10


Komentar :




